Pemkab Sleman Kesulitan Kendalikan Harga Cabai

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melakukan monitoring di pasar lelang cabai Glondong, Purwobinangun, Pakem, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
11 Maret 2021 17:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah sempat menyamai harga daging sapi Rp110.000 per kg, harga komoditas cabai rawit berangsur turun, Rp96.000 per kg. Pemkab mengakui kesulitan untuk mengendalikan harga cabai.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan pengendalian inflasi harga cabai memang tidak mudah. Meski begitu, kata Kustini, keberadaan pasar lelang cabai di Sleman diharapkan dapat mengendalikan harga cabai.

BACA JUGA : Semakin Pedas, Harga Cabai Rawit Merah di Jogja Tembus

"Dengan adanya pasar lelang cabai, diharapkan penjual dan pembeli bisa mendapatkan harga cabai yang terbaik," katanya, Kamis (11/3/2021).

Kustini bersama wakilnya, Danang Maharsa, beserta sejumlah pejabat juga melakukan monitoring harga cabai di pasar lelang cabai Glondong, Purwobinangun, Pakem, beberapa waktu lalu. Adapun jumlah pasar lelang cabai di Sleman saat sebanyak 12 titik.

Kegiatan monitoring tersebut dilakukan, kata Kustini, sebagai salah satu upaya Pemkab mengendalikan inflasi daerah di Sleman. Pemkab berharap agar satu sisi masyarakat sejahtera namun di sisi lain petani juga jangan sampai merugi.

"Kegiatan lelang untuk cabai ini juga bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi. Ini termasuk inovasi dari petani cabai yang patut untuk diapresiasi," ujarnya.

BACA JUGA : Harga Cabai Rawit di Bantul Tembus Rp80.000

Ke depan, lanjut Kustini, Pemkab akan mengembangkan inovasi lelang tersebut. Tidak hanya untuk komoditas cabai, namun dapat diterapkan juga untuk berbagai jenis sayur mayur lainnya. "Kami mendorong tumbuhnya petani milenial di Sleman. Ini perlu dilakukan edukasi kepada generasi milenial agar tertarik berkecimpung di bidang pertanian," katanya.

Kenaikan harga komoditas cabai terjadi dalam beberapa pekan terakhir tembus Rp110.000 perkg. Saat ini, harga cabai rawit berangsur turun dan dijual Rp96.000 perkg.

Ketua Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Sleman Inoki Azmi Purnomo mengatakan penyebab kenaikan harga cabai dipengaruhi hasil panen yang tidak baik selama musim penghujan. Terutama di daerah sentra cabai di mana panennya kurang bagus.

Selain hasil panen yang tidak menggembirakan, kata Inoki, biaya operasional petani juga mengalami kenaikan. Di mana harga pupuk dan sarana produksi setiap tahun mengalami kenaikan sehingga kondisi tersebut memengaruhi biaya produksi petani.

BACA JUGA : Harga Cabai Rawit Merah di Kulonprogo Tembus Rp80.000

Menurut Inoki, lonjakan harga cabai hingga ratusan ribu rupiah sebenarnya bukan yang diinginkan petani. Para petani cabai lebih suka jika harga cabai tetap menguntungkan secara berkelanjutan. "Yang diharapkan petani harga yang menguntungkan secara kontinyu dan bukan fluktuatif kadang tinggi dan kadang sangat rendah," katanya.

Untuk mempertahakan harga komoditas ini agar tetap menguntungkan petani, PPHPM setiap hari menggelar lelang cabai di Bunder Purwobinangun Pakem. Kegiatan lelang cabai PPHPM bekerjasama dengan banyak pedagang agar petani memperoleh harga terbaik.

"Setiap hari kami melaksanakan lelang cabai dengan aplikasi secara online. Kalau lembaga kami yang tiap hari melaksanakan lelang cabai rata-rata saat ini 1,5 ton perhari," ujarnya.