Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pedagang cabai di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Rabu (24/2/2021)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA - Harga cabai rawit merah di Kota Jogja, masih tinggi. Bahkan pada Rabu (24/2/2021) tercatat harga komoditas itu sudah menembus Rp90.000 per kilogram (kg).
"Saat ini sudah Rp90.000, naik dari tiga hari lalu yang masih di kisaran Rp85.000," ungkap Danti, 25, pedagang cabai di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Rabu pagi.
Sekitar dua pekan lalu harga masih di kisaran Rp75.000 per Kg. Kemudian naik secara perlahan menjadi Rp85.000 per kg. Kenaikan masih berlanjut hingga saat ini menyentuh Rp90.000 per Kg.
Sementara, komoditas sejenis seperti cabai rawit hijau, cabai merah, dan cabai hijau terpantau stabil. Untuk cabai rawit hijau kekininian Rp68.000 per kg, cabai merah Rp50.000 per kgdan cabai hijau Rp20.000 per kg.
Baca juga: Rp12 Miliar Disiapkan untuk Tangani Kemiskinan di Kulonprogo
Menurut Danti kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan karena tingginya permintaan dari konsumen di wilayah Jakarta. Di sisi lain stok di produsen tidak mencukupi lantaran saat ini belum memasuki masa panen.
"Yang pasti ada kenaikan permintaan dari Jakarta, tapi di sini kurang mencukupi, akhirnya harga naik," ujarnya.
Meski naik, Danti mengaku penjualan cabai rawit merah di lapaknya masih normal. "Gak pengaruh sih mas, pelanggan tetap ada," ucapnya.
Pedagang lain, Wasingah, 69, juga menyebut ada kenaikan harga cabai rawit merah hingga Rp90.000 per kg. Menurutnya kenaikan sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
Jika di lapak Danti kenaikan itu tak mempengaruhi penjualan, berbeda dengan Wasingah. Ia mengaku imbas dari kenaikan harga membuat minat konsumen berbelanja cabai khususnya jenis rawit merah di tempatnya menurun.
"Ada sih yang beli, tapi sekarang jadi lebih sedikit," ucapnya.
Baca juga: Sasar Pasangan Usia Subur, Kota Jogja Luncurkan KB Bergerak
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Aprianto membenarkan adanya kenaikan harga cabai rawit merah. Dari pantauan petugas Disperindag di tiga pasar yakni Pasar Beringharjo, Kranggan dan Demangan, harga cabai rawit merah di kisaran Rp86.000.
Adapun cabai rawit hijau Rp63.500, merah keriting Rp46.000 dan cabe hijau Rp44.500. Namun itu data kemarin, sehingga ada kemungkinan harga saat ini lebih tinggi. "Ini data kemarin, untuk yang hati ini baru diolah," kata Yanto.
Yanto mengatakan kenaikan harga terjadi sejak Januari 2021. Menurutnya kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca yakni musim penghujan dan kenaikan permintaan konsumen. "Dan juga untuk sekarang baru memasuki musim tanam," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.