Vaksinasi Dosis Kedua untuk PNS Sleman Mulai Diberikan

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 Maret 2021 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Vaksinasi Covid-19 dosis kedua mulai diberikan bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemberian vaksinasi dosis kedua ini merupakan kelanjutan dari pemberian dosis pertama sebelumnya.

Di Gamping, misalnya, program vaksinasi yang diampu Puskesmas Gamping I diikuti juga oleh beberapa lembaga di sekitar Gamping. Seperti Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, Unit Pengelola Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan dan sejumlah instansi lainnya.

Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo berharap dengan selesainya vaksinasi dosis kedua bagi pelayan publik di Kapanewon Gamping ini tidak lagi menimbulkan rasa was-was. Seluruh pelayan publik juga nyaman dalam melayani masyarakat serta lebih memadai.

"Alhamdulillah, dari hasil observasi kesehatan selama kurang lebih 30 menit pasca penyuntikan vaksin dosis kedua ini semuanya tidak ada kejadian ikutan pasca vaksinasi,” kata Ikhsan, Jumat (18/3/2021).

BACA JUGA: Pengunjung Kafe Tak Kunjung Pulang, Pegawai Kafe Putar Lagu Anak-Anak

Ia mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sekalipun beberapa di antaranya ada yang sudah menerima vaksin. "Kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak hingga menjauhi kerumunan harus terus dilakukan, agar resiko penularan Covid-19 bisa dicegah," katanya.

Kepala Puskesmas Gamping I Isah Listiyani menjelaskan jumlah peserta vaksinasi Covid-19 dosis kedua sebanyak 50 orang sedangkan jumlah peserta vaksinasi Covid-19 dosis pertama dari tenaga pendidikan di Gamping sebanyak 38 orang.

"Vaksinasi dilakukan dua kali. Dosis pertama tujuannya untuk memicu respons kekebalan awal sementar pemberian dosis kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk sebelumnya. Antibodi akan optimal setelah 14-28 hari dari suntikan kedua dilakukan,” terang Isah. (*)