Hapus Penggunaan Kandang Baterai, Animal Friends Jogja Gelar Aksi Damai di Tugu

Aksi damai Animal Friends Jogja di kawasan Tugu Pal Putih Jogja, Sabtu (20/3/2021). - Istimewa
20 Maret 2021 21:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah aktivis perlindungan hewan menggelar aksi damai menolak penggunaan sistem kandang baterai pada hewan ternak khususnya ayam petelur. Aksi yang dimotori organisasi nirlaba untuk perlindungan satwa, Animal Friends Jogja, itu diadakan di sejumlah titik di Kota Jogja, salah satunya kawasan Tugu Pal Putih, Sabtu (20/3/2021).

Animal Friends Jogja merupakan inisiator Kampanye Indonesia Bebas Kandang (Cage Free Indonesia). Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang kesejahteraan hewan yang diternak, khususnya ayam petelur sekaligus untuk menghapuskan sistem kandang baterai. 

Penghapusan sistem kandang baterai dipandang perlu oleh Animal Friends Jogja lantaran telah menyebabkan masalah serius pada kondisi kesehatan ayam petelur yang diternakkan dalam kandang tersebut. 

Manajer Kampanye Animal Friends Jogja, Sylvia Maharani menjelaskan berdasarkan The Veterinary Record, sistem peternakan kandang baterai telah membuat ayam menderita stres dan frustasi. Selain itu juga memicu masalah kesehatan yang parah seperti deformasi tulang dan osteoporosis.

"Selain terbukti menyebabkan penderitaan lanjut Sylvia, penelitian yang diterbitkan oleh The European Food Safety Authority pada 2019 mengenai kontaminasi Salmonella dalam berbagai metode produksi telur ayam juga mendapati probabilitas kontaminasi yang lebih tinggi di telur dari peternakan sistem kerangkeng baterai dibandingkan yang dari peternakan bebas kerangkeng," tulis Sylvia dalam keterangan pers, Sabtu. 

Angelina Pane, Manajer Program dan aktivis Animal Friends Jogja, mengatakan setiap makhluk yang bernyawa berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Seperti halnya manusia, hewan yang diternakkan juga berhak untuk bebas bergerak dan hidup sejahtera. Hal ini juga sudah diatur dalam UU No 18/ 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Pasal 6 UU tersebut menyebutkan penetapan dan pengandangan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga memungkinkan hewan dapat mengekspresikan perilaku alaminya; pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik- baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan penyalahgunaan, serta rasa takut dan tertekan.

Namun, 200 juta lebih ayam ras petelur di Indonesia justru dipaksa hidup berjejalan dalam kerangkeng-kerangkeng sempit kandang baterai demi intensifikasi produksi telur, sampai tidak mampu lagi menghasilkan dan berakhir di rumah jagal sebagai ayam afkir.

“Saking sempitnya kerangkeng-kerangkeng itu, ayam-ayam sama sekali tidak bisa mengekspresikan perilaku alamiah yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraannya seperti berjalan-jalan,

menggaruk tanah untuk mencari makanan, mandi debu, bertengger di dahan tinggi, memenuhi naluri bersarang untuk bertelur dan sebagainya. Sekedar merentangkan sayap pun tidak bisa," kata Angelina. 

”Apakah itu bukan bentuk penyiksaan terhadap hewan dan pelanggaran terhadap UU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan?" tukasnya. 

Kampanye ini diawali dengan pemasangan billboard yang mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami ayam-ayam petelur dalam kerangkeng kandang baterai. Teks yang menyertai, “Hanya Kamu Yang Bisa Mengubah Kehidupan Kami”, dimaksudkan untuk mengajak masyarakat berempati dan berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan hewan yang diternak.

Lokasi billboard berada di perempatan Jl.Monjali sebelah utara di sisi timur.

Aksi damai ini bertujuan untuk memberi penyadartahuan ke masyarakat tentang fakta-fakta kekejaman di balik sistem kandang baterai. Aktivis dan para relawan yang memakai topeng ayam membentangkan spanduk serta membagikan stiker yang berisi ajakan untuk mengakses website www.kandangbateraikejam.com

“Website khusus ini, selain berisi informasi tentang mengapa sistem kerangkeng baterai adalah salah satu sistem terkejam di industri peternakan dan harus diakhiri, juga menyediakan informasi cara-cara bagi masyarakat sebagai konsumen peduli untuk bisa membantu mengakhirinya,” ujar direktur Animal Friends Jogja, Odyssey Sanco alias Bandizt Shaggydog. 

Pria yang lebih dikenal dengan nama panggung Bandizt Shaggydog itu berharap kampanye ini bisa menyadarkan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi buruk yang dialami ayam ras petelur dalam kandang baterai. Ia pun meminta dukungan masyarakat ikut dalam gerakan ini. 

"Dengan begitu dapat secara signifikan mengurangi penderitaan hewan, melindungi bumi dan menciptakan dunia yang lebih baik dan welas asih untuk semua," ujarnya. 

Aksi ini turut diikuti relawan yang tergabung dalam Barisan Muda-Mudi Xayang Xatwa (BMXX), relawan koalisi Act For Farmed Animals (AFFA) dan Feed Not Bomb Solo. Selain di Jogja aksi serupa juga digelar serentak di Solo, Bandung dan Jakarta.