PWI dan AMSI DIY Apresiasi Pemkot Jogja yang Prioritaskan Vaksinasi Pekerja Pers

Foto ilustrasi: Petugas memeriksa kupon peserta vaksinasi COVID-19 yang dibagikan kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
22 Maret 2021 21:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) DIY mengapresiasi Pemkot Jogja yang memberikan vaksinasi kepada para wartawan dan para pekerja media. Dengan vaksinasi ini, diharapkan bisa membantu menekan kasus Covid-19.

“Saya tetap mengapresiasi vaksinasi yang dilakukan Pemkot untuk wartawan, meski nantinya tetap ada evaluasi,” ujar Ketua PWI DIY, Hudono kepada Harianjogja.com, Senin (22/3/2021).

Menurut Hudono, walaupun wartawan bukan yang pertama diberi vaksin, namun setidaknya ada pemahaman bahwa memvaksin wartawan sangatlah penting karena wartawan adalah garda terdepan dalam mengawal keberhasilan vaksinasi.

Untuk itu, Hudono berharap agar Pemkot tetap memvaksin wartawan yang selama ini masih masuk daftar tunggu. Artinya, wartawan tetap diprioritaskan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo. “PWI berharap tak ada wartawan yang menolak divaksin kecuali ada alasan medis,” tegas Hudono.

BACA JUGA: Selamat! Ada 110.459 orang Lulus SNMPTN 2021, Cek Nama Anda di Sini!

Sementara Ketua AMSI DIY Anton W Prihartono menyambut baik kebijakan Pemkot Jogja yang turut memprioritaskan wartawan dan pekerja media lainnya dalam program vaksinasi. “Kami mendengar di daerah lain, ada wartawan yang belum bisa ikut program vaksin. Di Jogja banyak wartawan yang sudah menjalani vaksinasi tahap kedua. Semoga yang belum juga menjadi prioritas tahap selanjutnya,” kata Anton.

Menurut Anton wartawan merupakan salah satu kelompok rentan penularan Covid-19 mengingat mobilitas para wartawan cukup tinggi. “Wartawan itu cukup rentan tertular. Kalau banyak wartawan terpapar, otomatis proses penyampaian informasi ke publik juga akan terganggu,” ujar Anton.

Dia menilai kebijakan yang dilakukan Pemkot Jogja melalui Dinas Kesehatan dan Diskominfo sangat tepat dan patut diapresiasi oleh masyarakat pers di Jogja. Pemkot Jogja telah menjalankan amanah Presiden RI bahwa wartawan merupakan salah satu kelompok sasaran yang mendapat prioritas vaksinasi.

“Saya mendengar sudah banyak wartawan dan pekerja media yang ikut vaksin. Langkah Pemkot layak diberi apresiasi. Sudah selayaknya jika media juga mendukung program vaksinasi ini agar program ini berjalan sukses sehingga upaya untuk memerangi Covid-19 bisa tercapai,” beber Anton.

Kepala Diskominfo Kota Jogja Tri Hastono menganggap bahwa pekerja media adalah mitra yang strategis bagi Pemkot khususnya dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Peran media cukup besar dalam membantu penanganan Covid-19 dengan berita-berita yang disampaikan. Namun demikian, para pekerja media termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan. Maka dari itu, Pemkot tidak ingin para pekerja media yang terpapar Covid-19.

“Pada saat Walikota Jogja, Pak Haryadi Suyuti mendapatkan vaksinasi, beliau langsung memerintahkan agar para pekerja media juga mendapat prioritas. Kami selanjutnya langsung berkoordinasi dengan sejumlah media untuk melaksanakan vaksinasi. Bagi pekerja media yang belum, akan kami jadwalkan dalam waktu dekat. Sekali lagi, kami memandang wartawan merupakan mitra strategis sehingga harapan kami para pekerja media bisa semua mendapatkan vaksinasi,” ujar Tri Hastono.