Guru Honorer Gunungkidul Berharap Kuota Khusus P3K Berdasarkan Pengabdian

Ilustrasi - Antara/Syifa Yulinnas
23 Maret 2021 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI—Pemerintah Pusat berencana merekrut pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) pada tahun ini. Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul berharap ada kuota khusus berdasarkan masa pengabdian.

Ketua FHSN Gunungkidul Aris Wijayanto mengatakan tugas guru PNS dan non-PNS sama, tetapi kesejahteraan mereka timpang.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Disperindag DIY Siapkan Pasar Murah

“Mudah-mudahan kesejahteraan guru non-PNS bisa terus ditingkatkan,” kata dia, Selasa (23/3/2021).

Ia mengatakan kesejahteraan tersebut dapat meningkat dengan adanya rencana rekrutmen P3K di bidang pendidikan. FHSN pun berharap agar ada kuota khusus bagi guru honorer, khususnya yang telah mengabdi lama.

“Rekrutmen ini memang dikhususkan bagi guru honorer, tapi sampai sekarang afirmasi yang ditawarkan dirasa belum berpihak bagi guru yang telah mengabdi lama,” katanya.

Aris menjelaskan, dalam skema yang ditawarkan pemerintah, ada kebijakan afirmasi sebesar 35% untuk guru honorer di atas usia 40 tahun. Baginya, kebijakan ini belum tepat karena seharusnya afirmasi seharusnya mengacu pada masa pengabdian. “Tapi yang ditawarkan baru sebatas usia,” katanya.

BACA JUGA: Masih Pandemi, Jogja Targetkan Kunjungan 1,1 Juta Wisatawan Tahun Ini

Selain itu, kuota 15% juga masih terlalu kecil sehingga berharap adanya tambahan sehingga porsinya lebih besar. “Harapannya kuota afirmasi masih bisa ditambah,” katanya.

Pelaksana Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul,Sigit Purwanto membenarkan adanya rencana rektrutmen P3K di sektor pendidikan. Namun, belum ada informasi resmi terkait dengan waktu pelaksanaan rekrutmen.