PDAM Jogja Targetkan 1.000 Sambungan Tahun Ini

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
24 Maret 2021 17:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Perusahaan Daerah Air Minum Tirtamarta Jogja menargetkan tahun ini ada penambahan pelanggan PDAM sebanyak 1.000 pelanggan atau sambungan rumah (SR). Target tersebut realistis karena di Jogja masih banyak warga yang menggunakan air sumur dangkal.

Direktur Utama PDAM Tirtamarta Jogja, Majiya mengatakan Jogja yang luasnya sekitar 32,5 kilometer terdapat banyak sumur dangkal yang kedalamannya mencapai 5-10 meter. Dia mencatat ada sekitar 32.454 sumur dangkal di Jogja.

Secara kasat mata kondisi air sumur dangkal tersebut terlihat jernih meski kandungan bakteri ecoli-nya belum teruji. “Perlu edukasi dengan masyarakat. Edukasi melalui Dinas Kesehatan menginformasikan bahwa air yang ada di sumur komunal dangkal mengandung bakteri ecoli cukup tinggi,” kata Majiya, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Ini Data Terbaru Kasus Covid-19 di Bantul

Meski demikian masih banyak warga yang menggunakan sumur dangkal tersebut sehingga target sambungan rumah untuk berlangganan PDAM tahun ini tidak terlalu banyak. “Karena ada sumur dangkal sehingga penambahan setahun 1.000 pelanggan. Namun kami terus upaya gimana gugah kembali untuk menambah pelanggan baru,” kata dia.

Sementara pelanggan PDAM Tirtamarta Jogja yang tercatat saat ini ada sekitar 32.636 sambungan rumah. Untuk mencapai target sambungan rumah baru tersebut PDAM memberi kemudahan kepada pelanggan baik dalam proses pendaftaran maupun pemasangan yang cepat, baik pendataran secara daring maupun off-line.

Selain menggaet pelanggan baru, PDAM Tirtamarta Jogja juga menggaet pelanggan yang sudah menutup jaringan, “Kami lakukan kerjasama dengan pihak terkait beri edukasi ajak masyarakat agar kembali berlangganan karena air PDAM karena air PDAM sudah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan [permenkes] Nomor 492/2010 bahwa syarat-syarat kualitas air minum sudah terpenuhi,” ujar Majiya.

Selain itu pihaknya gencar mensosialisasikan jaminan keamanan air minum perkotaan air bersih yang diproduksi PDAM. Tidak hanya sosialisasi, namun PDAM juga gencar melakukan berbagai perbaikan pipa yang lama dan rawan bocor. Sebab pipa yang digunakan aliran air PDAM saat ini masih banyak yang suianya lebih dari 100 tahun. Sehingga tidak menutup kemungkinan ada kebocoran yang berdampak tersendatnya aliran air ke rumah atau pelanggan PDAM.

Baca juga: Jelang ASPD, Peserta Didik Diperbolehkan Belajar di Sekolah

Majiya menyebut tingkat kebocoran pipa PDAM di Jogja mencapai sekitar 30%. Tingkat keborcoran tersebut ada yang terlihat atau mengalir ke permukaan dan ada yang tidak terlihat karena posisi pipa yang ada di dalam tanah.

Petugas PDAM hampir setiap malam melakukan pengecekan kebocoran di sepanjang jalur pipa PDAM, “April kami akan melanjutkan pergantian pipa dari Sayidan-Gembiraloka, Kentungan-Jalan Yohanes simanjuntak, Gemalang-Jalan Magelang, dan daerah lain untuk kurangi kebocoran,” ujar Majiya.

“Upaya kebocoran keluar ke jalan mudah dideteksi namun yang di bawah yang kita tidak tahu. Khusus menanganinya kami ada program malam itu cari kebcooran di titik yang ditengarai bocor kami perbaiki pagi harinya,” tandas Majiya.