Jelang Paskah, Polda DIY Perketat Pengamanan Gereja

Ilustrasi Paskah. - Harian Jogja
31 Maret 2021 16:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Polda DIY akan memperketat pengamanan gereja pada perayaan Paskah. Pengamanan terdiri dari kepolisian, TNI, dan unsur masyarakat.

Wakapolda DIY, Brigjen R.Slamet Santoso mengatakan untuk persiapan Paskah ia sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.

Pengamanan dilakukan mulai Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Paskah. “Itu mulai dari preemtif, preventif hingga penegakan hukum sudah kita siapkan semua. Mudah-mudahan dari sekian gereja yang ada di masing-masing kabupaten kota itu sudah kita amankan,” kata Slamet, saat ditemui seusai takziah di Jalan Kenari, Jogja, Rabu (31/3/2021).

Slamet mengatakan sebelum gereja digunakan untuk ibadah, polisi akan melakukan sterilisasi di gereja-gereja besar. Proses pengamanan langsung dilakukan oleh masing-masing Polres. Namun Polda DIY sudah menyiapkan petugas pengamanan bantuan. “Jika ada kekurangan dari Sabhara dan dari Brimob sudah kita siapkan,” ujar Slamet.

Baca juga: Adik Kandung Raja Jogja, Gusti Hadiwinoto Meninggal karena Penyakit Ini

Selain antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sejumlah pengurus gereja juga mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari jemaat yang akan mengikuti ibadah.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Gereja Kristus Raja Baciro, Augustinus Winduaji mengatakan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan setempat ia telah mengikuti aturan dan ketentuan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19 Jogja terkait pembukaan tempat ibadah di masa pandemi.

Dia juga mengimbau jemaat agar lebih memaksimalkan ibadah secara daring, pelaksanaan ibadah tatap muka juga digelar mengacu kepada ketentuan protokol kesehatan yang berlaku. Hal itu diantaranya pembatasan jemaat yang hadir saat ibadah tatap muka maksimal 20% dari kuota normal, pemeriksaan suhu sebelum masuk, penggunaan masker, cuci tangan serta jaga jarak.

“Untuk umat yang tempat tinggalnya terdapat warga yang terkonfirmasi Covid-19 kami juga belum perbolehkan untuk ibadah tatap muka. Mereka minimal mesti isolasi selama dua pekan terlebih dahulu,” kata Augustinus.

Gereja Kristus Raja Baciro juga membatasi sebanyak kurang lebih 500 peserta yang boleh berpartisipasi dalam satu kali ibadah misa. Tempat duduk para jemaat akan dibagi menurut lingkungan, sementara bagi jemaat luar kota mesti menyertakan surat keterangan hasil rapid tes dan ditempatkan di sisi luar gereja.

Baca juga: Begini Mekanisme Tilang ETLE dan Cara Membayarnya

“Umat luar kota juga mesti mendaftar lebih dulu untuk pekan suci Paskah ini. Total ada dua kali ibadah sejak Rabu malam hingga Jumat dan tiga kali ibadah pada Sabtu dan Minggu paskah,” ujar dia.

Registrasi Umat

Vikaris Parokial Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Jogja, Pastor Thomas Septi Widhiyudana mengatakan pengamanan ibadah Paskah tidak jauh berbeda dengan Natal tahun lalu dari sisi antisipasi pengamanan maupun antisipasi penularan Covid-19. Dari kapasitas 3.000 jemaat akan dibagi 350 tiap ibadah agar memenuhi protokol kesehatan.

Jemaat yang hadir juga sudah teregistrasi sebelumnya, “Yang tidak teregistrasi tidak bisa masuk. Jadi yang datang sudah jelas siapa dan dari mana,” kata Romo Thomas. Ibadah akan dibagi dalam beberapa sesi. Untuk Kamis Putih tiga kali ibadah, Jumat Agung tiga kali ibadah, dan Sabtu satu kali ibadah.