Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Foto ilustrasi: Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac dosis kedua sebelum disuntikan ke tenaga kesehatan saat Gebyar Vaksin COVID-19 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). /ANTARA FOTO-M Agung Rajasa
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan Sleman terus menyelesaikan tahapan pemberian vaksin Covid-19 untuk pendidik dan lansia. Dinkes pun mengajukan tambahan stok vaksin.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan stok vaksin saat ini tinggal sekitar 18.000 dosis. Hanya saja, stok vaksin tersebut sudah terdistribusi seluruhnya ke semua Fasilitas Layanan Kesehatan di 25 Puskesmas untuk melayani vaksinasi bagi tenaga pendidik dan 22 RS untuk melayani vaksinasi bagi lansia.
"Kami sudah mengajukan permintaan ke Dinkes DIY, tinggal menunggu akan mendapat alokasi berapa karena sasaran kami masih sangat banyak," ujar Joko saat dihubungi Harian Jogja, Selasa (30/3/2021).
Baca juga: Pekerja Swasta Segera Dapat Vaksin Gotong Royong April 2021
Berdasarkan data penerima vaksin, Dinkes mencatat total jumlah penerima vaksin di Sleman sebanyak 83.211 sasaran. Rinciannya, sebanyak 9.454 lansia dan 32.260 pelayan publik. Sisanya tenaga kesehatan yang jumlahnya mencapai 18.429 sasaran.
"Kalau pengajuan yang kami usulkan sebanyak 105.000 dosis. Ini untuk menyelesaikan sasaran lansia dan tenaga pelayanan publik," ujar Joko.
Disinggung rencana pemberian vaksin bagi pelaku usaha dan jasa pariwisata, Joko mengatakan rencana tersebut akan digelar pada 5 April mendatang. Hanya saja, jumlah sasaran bagi sektor ini disesuaikan dengan ketersediaan stok vaksin.
Awalnya, Dinkes menargetkan 17.500 sasaran untuk pelaku usaha dan jasa pariwisata namun yang terdaftar sebagai penerima vaksin masih sekitar 7.000 sasaran. "Insyaallah (tetap digelar), tapi tergantung vaksinnya juga sehingga mungkin tidak bisa full sesuai rencana. Masih akan kami koordinasikan untuk target sasarannya," papar Joko.
Perubahan Interval
Sejumlah penerima vaksin dosis kedua merasa kecewa lantaran muncul kebijakan perubahan interval vaksinasi kedua, dari 14 hari menjadi 28 hari. Pasalnya, informasi perubahan jadwal vaksinasi dosis kedua baru diketahui ketika sudah berada di lokasi.
"Dari informasi yang diterima karena droping vaksin telat, interval vaksinasi Covid diundur menjadi empat minggu. Banyak calon penerima vaksin kecewa," ujar Koesdiyarto, salah seorang penerima vaksin kedua.
Ia dan sejawatnya mendatangi RSUD Sleman untuk menerima vaksin kedua pada Selasa (30/3/2021). Namun mereka baru mengetahui adanya kebijakan baru terkait perubahan penambahan interval vaksinasi kedua.
Baca juga: Vaksinasi Mulai Menyasar Kiai Ponpes
"Jadwal vaksinasi kedua saya di kartu vaksin diubah yang seharusnya mendapat suntikan vaksin kedua pada 30 Maret harus diundur hingga 13 April," katanya.
Terkait hal itu, Joko menjelaskan jika Kemenkes mengeluarkan kebijakan baru terkait perubahan penambahan alternatif interval untuk penyuntikan dosis pertama dan kedua, yakni 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun).
Perubahan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor : HK.02.02/I/ 653 /2021 dari Kementrian Kesehatan tentang Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. "Itu memang kebijakan Kemenkes diperkuat Dinkes DIY. Tapi untuk di Sleman kami masih ada kelonggaran. Bagi yang sudah diberitahu jadwal vaksin dosis kedua tetap bisa dilaksanakan meskipun baru 14 hari," paparnya.
Joko menepis perubahan interval tersebut ada kaitannya dengan stok vaksin yang kian menipis. "Kalau stok vaksin memang menipis, tetapi bukan penyebab pengunduran interval," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Lisa BLACKPINK menyiapkan EP PRESS PLAY yang berisi enam lagu. Single SaWaDiKa rilis 3 September dan EP menyusul 23 Oktober 2026.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Kabar duka: Ibunda Deddy Corbuzier, Heniwaty, meninggal dunia pada 26 Agustus 2026. Deddy ungkapkan ikhlas, "Hanya cinta yang lebih sedikit". Banjir doa dari ar
Hyundai Ioniq V mulai Rp311 juta di Tiongkok dengan jarak tempuh hingga 650 km dan teknologi AI serta ADAS L2+.
Mantan polisi yang tinggal di Seoul ditangkap atas dugaan membunuh istrinya di Jeju saat proses perceraian berlangsung.