Program Pendataan Keluarga 2021, Bupati Jadi Peserta Perdana

Ilustrasi. - Ist/Freepik
03 April 2021 04:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Sutedjo didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kulonprogo, Sri Wahyu Widhati menjadi peserta perdana Pendataan Keluarga 2021 yang dimulai Kamis (1/4/2021). Pendataan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo.

Sutedjo mengatakan pendataan keluarga bertujuan melakukan validasi data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat.

Pendataan serentak se-Indonesia dimulai 1 April sampai 31 Mei 2021. Pendataan dilakukan oleh kader petugas pendata lapangan didampingi petugas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) Kulonprogo. Kegiatan ini merupakan program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.

“Hasil Pendataan keluarga ini digunakan sebagai bahan atau basic data guna pertimbangan dan kajian untuk membuat perencanaan pembangunan di Indonesia, khususnya pembangunan keluarga agar hasilnya bisa tepat,” ujar Sutedjo saat dikonfirmasi, Jumat (2/4/2021).

Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB Kulonprogo, Sudarmanto mengatakan sasaran pendataan keluarga di Kulonprogo sebanyak 135.968 keluarga, dengan pendata yang terdiri dari kader sejumlah 1.025 orang, sehingga dalam dua bulan jajarannya mencoba memaksimalkan pendataan.

“Pendataan keluarga ini merupakan program nasional guna mendapatkan data keluarga, data pembangunan kependudukan dan data keluarga berencana secara komplet, lengkap, valid dan akurat. Selain itu, dalam pendataan dilakukan dengan metode sensus,” kata Sudarmanto.

Karena pendataan melibatkan komponen pemerintah dari kapanewon, kalurahan, surat edaran bupati dan lainnya, maka jajarannya optimistis dan berharap pendataan keluarga dapat diselesaikan tepat waktu. "Semoga sesuai dengan target, tetapi ketika ada keluarga pada saat pendataan ada kesibukan, nantinya akan kami jadwalkan ulang," kata Sudarmanto.