Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Gerbang Samudra Raksa di perbatasan Kulonprogo dan Magelang. /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo.
Harianjogja.com, WATES--Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo menilai gerbang Klangon atau yang kerap disebut gerbang samudra raksa mampu menjadi objek wisata baru yang mampu menarik perhatian dari wisatawan untuk ke Kulonprogo.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan gerbang samudra raksa punya potensi untuk menarik minat wisatawan agar datang ke bumi binangun.
"Samudra raksa sudah mempunyai bangunan yang mampu dikembangkan sejumlah aspek seperti industri kreatif kuliner, kemudian wisata buatan dan sebagainya," ujar Joko pada Senin (5/4/2021).
Lebih lanjut, gerbang samudra raksa sendiri pengelolaannya sudah diserahkan kepada pemerintah kabupaten Kulonprogo oleh pemerintah pusat.
"Akan tetapi, asetnya belum. Nah, dalam kaitan pengelolaan ini, maka kita beberapa kali melakukan koordinasi lintas sektoral untuk membuat analisa maupun kajian agar aset bangunan dan lingkungan yang nilainya sangat fantastis itu tidak kemudian nanti di tengah jalan berhenti," kata Joko.
"Artinya, ya harus betul-betul dihitung tentang siapa yang mampu mengelola. Kemudian harapannya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, dan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD)," sambung Joko.
Koordinasi lintas sektoral yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo membahas sejumlah mekanisme pengelolaan. Apakah nantinya pengelolaan akan dilakukan oleh pemerintah, swasta, atau badan usaha milik desa (BUMDES). Skema lelang juga bakal ditempuh oleh Dinpar Kabupaten Kulonprogo.
"Maka dalam pertemuan itu ada beberapa skema pengelolaan antara lain, dikelola oleh pemerintah, dikelola oleh swasta, kemudian dikelola oleh masyarakat melalui BUMD atau BUMDES dan sepertinya memang mengerucut pada lelang," kata Joko.
"Jadi akan dilelang, siapa yang menang akan mengelola. Tentu dengan tata aturan yang memang disyaratkan atau tata aturan yang berlaku. Sehingga dari sisi kepariwisataan memang gerbang samudra itu berpotensi untuk menjadi salah satu lokasi wisata baru seperti industri kreatif kuliner, kemudian wisata buatan dan sebagainya," ungkap Joko.
Joko menyebutkan, Dinpar Kabupaten Kulonprogo saat ini tengah menggodok proses lelang samudra raksa kepada pihak ketiga. Mekanisme lelang diklaim Joko bukan berarti Dinpar Kabupaten Kulonprogo lepas tangan terhadap gerbang samudra raksa.
"Kami juga dalam rangka menyusun kebijakan yang tepat. Tetapi sepertinya akan melalui proses lelang, sehingga siapa aja yang sekiranya mampu, berani, bisa ya dialah yang akan mengelola, tetapi tentu pemerintah tidak kemudian lepas tangan," kata Joko.
Belum Mendongkrak
"Kemungkinan juga bisa di-PT kan, ada unit pelaksanaan tugas yang membidangi itu (samudra raksa), karena kalau tidak lelang nanti akan disoroti, ada korupsi kolusi dan nepotisme (KKN)," kata Joko.
Ketua Pengelola Desa Wisata Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, Rokhmadu Inuhayi mengatakan keberadaan gerbang Samudra Raksa belum mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke sejumlah desa wisata yang ada di Kalibawang.
"Karena jadinya itu [gerbang samudra raksa] kan pas pandemi jadi dampaknya belum begitu terasa. Sempat heboh sih memang kemarin. Tapi belum mendongkrak kunjungan wisatawan secara signifikan," ujar Madoen sapaan akrab Rokhmadu Inuhayi.
Pengelolaan yang apik di gerbang samudra raksa diharapkan oleh Madoen nantinya bisa dilakukan entah oleh pemerintah kabupaten Kulonprogo maupun pihak ketiga yang mendapatkan mandat untuk mengelola gerbang samudra raksa.
"Mudah-mudahan nanti setelah pandemi Covid-19 selesai akan bisa bermanfaat ya. Kalau menurut saya sendiri sih tergantung nanti pengelolaannya. Kalau misalnya pengelolaan benar pas," imbuhnya.
"Sangat bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Ikon (gerbang samudra raksa) sudah dapat ya di mata masyarakat, nanti bisa dikoordinasikan dengan teman-teman desa wisata," kata Madoen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa