Pemkab Sleman Pastikan Penyaluran BBM dan Elpiji di Kawasan Wisata Kaliurang Aman

Sejumlah pejabat Pemkab Sleman bersama PT Pertamina dan Hiswana Migas Sleman saat menggelar pantauan di lapangan untuk memastikan ketersediaan BBM dan elpiji di kawasan wisata Kaliurang, Selasa (6/4/2021). - Istimewa
07 April 2021 16:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang Ramadan 2021, Pemkab Sleman bersama PT Pertamina dan Hiswana Migas Sleman menggelar pantauan di lapangan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, khususnya di kawasan wisata Kaliurang, Selasa (6/4/2021). Lokasi yang dikunjungi di antaranya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Sleman utara beserta sejumlah agen dan pangkalan elpiji.

Kabag Perekonomian Setda Sleman, Emmy Retnosasi mengatakan menjelang Ramadan jajarannya ingin memastikan ketersediaan BBM dan elpiji di wilayah Sleman aman. “Pemkab ingin memastikan bagaimana ketersediaan BBM dan elpiji di sejumlah agen, SPBU dan SPBE aman,” kata Emmy Retnosasi di sela-sela kegiatan, Selasa.

Selain itu, Emmy juga menuturkan tinjauan bertujuan mendapatkan informasi terbaru kondisi di lapangan mengingat sampai saat ini pandemi Covid-19 masih melanda. “Ketersediaan BBM dan elpiji terpantau aman. Dapat dipastikan untuk Ramadan 2021 ini ketersediaan aman,” katanya.

Dalam keterangan pers yang disampaikan, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho mengungkapkan jajarannya selalu mendukung kebijakan yang diberlakukan pemerintah, utamanya pada Ramadan. “Sudah ada imbauan untuk tidak mudik dari pemerintah dan kami mengimbau masyarakat mematuhi imbauan tersebut. Namun kami juga tetap mengantisipasi apabila ada kemungkinan lonjakan kebutuhan BBM dan elpiji saat Ramadan dan Idulfitri,” kata Brasto.

Brasto menyatakan Pertamina telah menjalankan program digitalisasi SPBU untuk menjaga keandalan pasokan BBM secara real time, mulai dari monitoring stok yang tersedia di SPBU, monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tangki, hingga penjadwalan otomatis dari pengiriman BBM ke SPBU. “Khusus di wilayah Jawa Tengah dan DIY, sebanyak 821 SPBU sudah menerapkan digitalisasi SPBU untuk itu konsumen tidak perlu khawatir,” katanya.

Selain itu, Brasto juga menekankan bahwa Pertamina terus mengedepankan protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaan operasi di lapangan, terlebih yang berinteraksi dengan konsumen langsung. “Di setiap SPBU telah kami siapkan peralatan cuci tangan atau hand sanitizer, petugas kami pun diwajibkan mengenakan masker. Kami juga mengimbau agar konsumen dapat melakukan transaksi secara nontunai mengunakan aplikasi MyPertamina untuk transaksi yang lebih aman,” kata Brasto.