Dunia Bergerak, AS dan Negara Lain Bantu Venezuela Usai Gempa M 7,5
AS kirim tim penyelamat dan bantuan medis ke Venezuela usai gempa M 7,5. Banyak negara ikut bergerak bantu korban.
Kondisi baliho yang rusak dan belum dibenahi salah satunya berada di jalan Solo Km 9, persis di depan SDN Sorogenan 1, Kalasan, Kamis (8/4/2021)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah baliho yang rusak seusai dihempas angin kencang pada Minggu (4/4/2021) lalu mulai diperbaiki oleh pemiliknya. Hanya saja, masih ada baliho yang belum dibenahi meskipun membahayakan warga atau pengguna jalan.
Dari pantauan Harianjogja.com, baliho yang rusak dan membahayakan pengguna jalan Ring Road Utara tepatnya di depan Polda DIY sudah mulai diperbaiki. Begitu juga dengan baliho yang rusak di jalan Solo Km 7 dan juga di jalan Gejayan. Hanya saja masih ada baliho yang rusak dan belum diperbaiki. Salah satunya berada di jalan Solo Km 9, persis di depan SDN Sorogenan 1, Kalasan.
Pada bagian tengah baliho tersebut patah sehingga condong ke arah Timur nyaris roboh. Padahal di bawahnya terdapat jalan Jogja-Solo yang volume kendaraannya cukup padat. "Sejak kejadian angin rusak dan sampai saat ini belum ada perbaikan. Padahal posisinya sudah sangat membahayakan. Kalau ada angin kencang lagi bisa ambruk," kata Suharno, warga Sorogenan, Kalasan, Kamis (8/4/2021).
Terkait kerusakan baliho yang membahayakan tersebut, Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Sleman, Pambudi Pramudita mengatakan khusus yang di Sorogenan tersebut belum diketahui pemiliknya. Satpol PP sudah berupaya mencari tahu dan berkoordinasi dengan Bidang Pengawasan DPUP-KP Sleman.
"Kami belum mengetahui pemiliknya. Untuk yang lain, sejak Selasa lalu kami sudah berkoordinasi dengan pemilik baliho agar baliho yang rusak segera dibenahi dan dievakuasi mandiri," kata Pambudi.
BACA JUGA: Update Terkini Zonasi RT di Sleman: 1 Zona Merah, 5 Oranye, Ini Daftar Desanya
Dijelaskan Pambudi, akibat angin kencang setidaknya ada 11 titik baliho berukuran sedang hingga besar yang rusak dan kondisinya membahayakan masyarakat. Di Ring Road Utara terdapat satu titik, jalan Solo terdapat lima titik, dan jalan Gejayan terdapat empat titik. Selebihnya merupakan baliho berukuran kecil yang sudah diturunkan mandiri oleh pemiliknya.
Dijelaskan Pambudi, hampir semua pemilik baliho yang rusak berkantor di Jogja. Satpol PP pun mendatangi kantor jasa iklan tersebut agar kerusakan baliho segera dibenahi. "Kami beri waktu 2x24 jam dan mereka sanggup untuk membenahi secara mandiri. Hari ini (kemarin) yang di depan Polda sudah dilakukan pembenahan," kata Pambudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS kirim tim penyelamat dan bantuan medis ke Venezuela usai gempa M 7,5. Banyak negara ikut bergerak bantu korban.
Kemendag memberi masa transisi hingga 18 bulan bagi seller marketplace mengurus NIB sesuai Permendag Nomor 19 Tahun 2026.
Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 22 Juni 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 3,75%
Disdukcapil Gunungkidul menggelar layanan one day service di Karangwuni. Sebanyak 97 warga telah mengaktivasi IKD hingga Kamis pagi.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Berawal dari modal Rp4,3 juta, Djoen Leather di Bantul sukses menembus pasar dunia. Simak kisah UMKM binaan BNI yang berkembang hingga pasar ekspor.