Update Terkini Zonasi RT di Sleman: 1 Zona Merah, 5 Oranye, Ini Daftar Desanya

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
08 April 2021 17:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Zonasi Tingkat Rukun Tetangga (RT) terkini yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menunjukan satu RT berada dalam zona merah dan lima RT berada dalam zona oranye.

Selain itu, masih berdasarkan peta epidemologi terbaru menunjukkan sebanyak 611 RT di Sleman berada dalam zona kuning, dan 7.391 RT lainnya berada dalam zona hijau. 

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan satu RT yang berada dalam Zona Merah berlokasi di Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik. Adapun lima RT yang berada dalam Zona Oranye berlokasi di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman sebanyak tiga RT. Satu RT di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman dan satu RT di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik.

Zonasi ini dikeluarkan Dinkes per 29 Maret, berdasarkan data epidemologi Covid-19 antara 22 hingga 28 Maret. Dinkes masih menyelesaikan data epidemologi Covid-19 selama awal April ini terkait Instruksi Bupati No.8/2021. Pelaksanaan PPKM Mikro. "Untuk zonasi RT ini, kami masih mengacu pada Inbup 7/2021. Yang mengacu pada Inbup 8/2021 baru akan dipublikasi pada 12 April mendatang," katanya, Kamis (8/4).

Terkait aturan baru dalam Instruksi Bupati No.8/2021 tentang Pelaksanaan PPKM berbasis Mikro, Joko mengatakan sangat dimungkinkan akan banyak RT yang masuk zona merah dan oranye. Sebabnya, RT masuk zona merah jika terdapat lima rumah dalam satu RT yang positif Covid-19 dan RT zona oranye jika tiga sampai lima rumah dalam satu RT yang positif Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Jika suatu RT masuk zona merah dan oranye, maka konsekuensinya tempat ibadah dan taman bermain anak tidak boleh dibuka. "Saat ini kami sedang mengkaji pembaruan peta zonasi epidemiologi Covid-19. Penerbitan zonasi RT terbaru akan kami berikan sebelum puasa," ungkapnya.

BACA JUGA: Koneksi Internetnya Dikeluhkan, Begini Jawaban Indihome

Berdasarkan data Satgas Covid-19, terdapat penambahan jumlah kasus baru Covid-19 di Sleman per 8 April sebanyak 78 kasus. Dari penambahan kasus tersebut, total kasus positif Covid-19 di Sleman lebih dari 12.500 kasus dengan jumlah kasus sembuh lebih dari 11.000 kasus dan meninggal dunia sebanyak 334 kasus.  

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan pada perpanjangan PPKM Mikro saat ini jika RT dinyatakan masuk zona merah maka ketentuan yang dilakukan adalah dengan menemukan suspek dan pelacakan kontak erat. Selain itu, seluruh suspek melakukan isolasi dengan pengawasan ketat dan melarang kerumunan warga lebih dari tiga orang serta membatasi jam keluar masuk warga hingga pukul 20.00 WIB. 

"Untuk RT zona merah, rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat lainnya kecuali sektor esensial ditutup. Tidak ada kegiatan sosial masyarakatan di lingkungan RT," kata Kustini, Selasa (6/4/2021).

Adapun ketentuan baru untuk RT zona oranye, lanjut Kustini, jika terdapat tiga sampai lima rumah dalam satu RT yang terkonfirmasi positif. Maka skenario pengendaliannya dengan menemukan suspek, isolasi mandiri bagi pasien dan kontak erat dengan pengawasan ketat. Selain itu, rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat lainnya kecuali sektor esensial ditutup. 

Untuk RT zona kuning, jika terdapat satu hingga dua rumah yang terkonfirmasi positif dalam satu RT. Pengendaliannya dilakukan dengan melacak suspek dan kontak erat kemudian melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat. "Yang disebut RT Zona Hijau kalau tidak ada kasus warga yang positif Covid-19 dalam satu RT," katanya.