Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat melihat koleksi bebatuan dari aliran Kali Ngalang yang disimpan di Plosodoyong Field Camp Georesearch Indonesia di Kalurahan Ngalang, Gedangsari, 22 Maret 2021./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Situs Ngalang di Kapanewon Gedangsari menjadi salah satu geosite Geopark Gunungsewu di Kabuapten Gunungkidul. Aliran sungai sepanjang 15 kilomenter ini dikembangkan menjadi lokasi wisata edukasi, khususnya bagi pencinta geologi pemula.
Koordinator Georesearch Indonesia Pri Harjo Sanyoto mengatakan aliran Kali Ngalang punya jejak purba masa lalu yang masih terdokumentasi dengan baik hingga sekarang.
BACA JUGA: Apakah Tes Antibodi setelah Suntik Vaksin Covid-19 Diperlukan?
Kekayaan itu bisa dilihat dari fosil biota laut yang menempel di bebatuan di aliran kali yang dikenal dengan formasi Sambipitu. Lokasinya berada tepat di bawah Jembatan Ngalang. Formasi ini terbentuk karena fasa sedimentasi peletusan Gunung Api Purba pada 16 juta tahun yang lalu. “Dulunya di kawasan ini adalah laut dan kemudian terjadi pengangkatan hingga menjadi daratan seperti sekarang,” kata Pri.
Menurut dia, kekayaan geologi tidak hanya di Formasi Sambiptu. Di bagian muara sungai ada patahan yang aktif hingga sekarang dan dikenal dengan Sesar Oyo. “Ini jadi bagian dari kekayaan yang ada di bentang situs di Ngalang sehingga cocok untuk pengembagan georiset melalui wisata edukasi,” katanya.
Pri mengatakan rintisan wisata edukasi sudah mulai dibangun sejak 2014 lalu. Hingga sekarang sudah banyak pengujung di situs-situs. “Tidak hanya mahasiswa untuk penelitian, tetapi ada juga anak-anak sekolah yang datang berkunjung. Guna menambah wawasan, kami tidak hanya memperlihatkan di situs Ngalang, tapi juga situs geopark lainnya di Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA: AHY Sebut Kadernya Ditakut-takuti Bakal Dipecat jika Tak Ikut KLB Deli Serdang
Lurah Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kaderi, mengaku senang dengan pengembangan wisata edukasi di situs Ngalang. Kalurahan sudah membuat kelompok sadar wisata yang berlokasi di Dusun Plosodoyong. “Sudah kami fasilitasi dan berikan pendampingan untuk memperkuat keberadan pokdarwis,” katanya.
Kaderi berharap destinasi wisata ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap roda perekonomian masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.