Vaksinasi saat Puasa, Petugas Ditambah & Kelar Sebelum Zuhur

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 April 2021 08:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan DIY memastikan vaksinasi Covid-19 pada saat Ramadan tetap berjalan seperti biasa. Hanya waktunya yang berbeda dan petugas atau vaksinatornya ditambah menjadi lebih banyak.

“[vaksinasi saat Ramadan] tetap kami laksanakan, ditambah tenaga [medisnya], waktunya tidak sampai sore selesai. Kami usahakan dari pagi sampai selesai sebelum zuhur,” kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie disela-sela pemantauan vaksinasi massal di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (8/4/2021).

BACA JUGA : Kampanye Vaksin Aman dan Halal Terus Dilakukan

Pembajun mengatakan untuk mempercepat waktu vaksinasi saat Ramadan, petugas medis ditambah dari yang tadinya hanya 15 meja bisa sampai 20 meja dengan target sasaran 100-200 orang setiap mejanya.

Mempercepat waktu vaksinasi saat Ramadan untuk menghindari hipoglikemia atau kandungan glukosa darah menurun secara abnormal. Dia tidak ingin vaksinasi saat puasa bisa menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan seperti kurang gula, dehidrasi, atau sampai pingsan. Karena itu waktunya dipercepat, tidak lagi sampai sore melainkan sampai sebelum salat zuhur.

Pihaknya juga tidak akan mengagendakan vaksinasi pada malam hari saat puasa untuk menghormati tenaga medis maupun sasaran vaksinasi Covid-19 yang sedang menjalankan ibadah salat tarawih.

“Vaksinasi habis berbuka [puasa] kasihan teman-teman [nakes] dan sasaran kita upayakan pagi, kasihan sasarannya ada waktu untuk ibadah,” ucap Pembajun.

BACA JUGA : MUI Sebut Suntik Vaksin Covid-19 Tak Membatalkan Puasa 

Saat ini proses vaksinasi tahap dua untuk pelayan publik dan lansia masih terus berjalan dan ditargetkan selesai sampai Juni mendatang. Setelahnya pada Juli mendatang akan dilanjutkan vaksinasi tahap tiga yang menyasar kelompok masyarakat rentan seperti kelompok difabel dan melanjutkan lansia.

Untuk warga lansia, dari jumlah sasaran sebanyak 590.892 orang, saat ini sudah ada 87.864 lansia yang telah menerima suntikan vaksin. Sedangkan 3.956 orang diantaranya telah menerima suntikan dosis kedua. “Untuk lansia cakupannya sudah naik ya, jadi 12,82 persen. Dosis kedua 1,34 persen,” kata Pembajun.

Untuk pelayan publik, sementara ini ada 151.795 orang yang telah menerima vaksin dosis pertama. Dari jumlah tersebut 84.273 orang di antaranya telah menerima vaksin dosis kedua. “Persentasenya adalah sebesar 45,35 persen dari total sasaran sebesar 313.314 orang. Sedangkan 25,17 persen untuk dosis kedua,” ujar dia.

BACA JUGA : Pada Bulan Puasa, Vaksinasi Akan Diberikan Menjelang

Sementara untuk vaksinasi yang menyasar Sumber Daya Masnusia Kesehatan (SDMK) total yang mendapatkan vaksin dosis pertama ada 45.619 orang. Dosis kedua 41.128. Khusus untuk vaksinasi lansia sasarannya masih rendah karena lansia masuk kelompok rentan yang seharusnya menjalani vaksinasi di fasilitas layanan kesehatan. Lansia rentan memiliki komorbid seperti penyakit jantung, diabetes militus, dan hipertensi.

Lebih lanjut Pembajun mengatakan untuk stok vaksin saat ini aman. Pemda DIY sudah mendapatkan kiriman vaksin Covid-19 sebanyak 12.100 vial atau 121.000 dosis vaksin Covid-19. Sementara cadangan yang dimiliki sebanyak 1.300 vial.