Geledah Rumah di Mantrijeron, Densus 88 Sita Barang-Barang Ini

Rumah yang digeledah tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang berada di RW 6/RT 28, Kampung Suryowijayan, Gedongkiwo, Mantrijeron, Jumat (9/4/2021) pagi. - Harian Jogja/Yosef Leon
09 April 2021 16:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah sebuah rumah di RW 6/RT 28, Kampung Suryowijayan, Gedongkiwo, Mantrijeron, Jumat (9/4/2021) pagi. Dalam penggeledahan selama 2,5 jam itu, polisi menyita sejumlah benda mulai dari buku agama hingga dan beberapa bilah pisau jagal.

Ketua RW 6 Kampung Suryowijayan Hadi Prawoto mengatakan sekitar pukul 09.00 WIB didatangi sekelompok petugas dari Tim Densus 88. Dia kemudian diminta ikut serta mendampingi dan menjadi saksi dalam penggeledahan itu. Penggeledahan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

BACA JUGA: Selain Seroja, Ini Siklon yang Harus Diwaspadai Masyarakat

"Di rumah sudah ada istrinya dan kami hanya menyaksikan apa saja yang diambil. Ada buku namun kami tidak tahu buku apa," kata Hadi.

Dia mengatakan rumah tersebut didiami oleh seorang ustaz bersama istrinya. Uztaz tersebut bukan merupakan warga Jogja, tetapi sudah lama bermukim di Jogja. "Setelah nikah langsung pindah jadi KTP sini. Orangnya aktif sekali," ujarnya.

Ustaz tersebut rutin berdakwah dan diduga tidak pernah bersinggungan dengan hal-hal yang bertentangan dengan aturan hukum. "Mobilitasnya memang tinggi dan banyak dibutuhkan orang untuk dakwah ke mana-mana," kata Hadi.

Dalam penggeledahan itu, Densus 88 membawa serta beberapa barang seperti buku dengan beragam judul, rompi tanpa emblem, dan tiga bilah pisau daging yang biasa digunakan untuk menyembelih hewan kurban.

BACA JUGA: Meski Mudik 2021 Dilarang, Golongan Ini Masih Bisa Bepergian

Hadi sempat bertanya kepada istri uztaz tersebut tentang keberadaan suaminya. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti.

"Infonya habis dari Turki, lalu di Bandara Cengkareng langsung dijemput dan dibawa ke Jogja. Tidak tahu urusan apa di Turki," ujarnya.