Gelar Simulasi Paud hingga SMP, Kulonprogo Sekolah Tatap Muka Juli 2021

Ilustrasi. - Antarafoto
09 April 2021 09:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di kabupaten Kulonprogo rencananya bakal dilakukan pada Juli 2021 mendatang. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo terlebih dahulu melakukan simulasi PTM yang diselenggarakan di tiap-tiap kapanewon.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo, menyatakan dalam waktu dekat dinasnya akan melakukan simulasi PTM di tiap-tiap kapanewon sebelum PTM di sekolah-sekolah baik dari tingkat pendidikan anak usia dini, sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaksanakan.

BACA JUGA : Di Jakarta, Siswa SMP-SMA Justru Tak Diizinkan Orang Tua Sekolah Tatap Muka

"Dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi di Kapanewo yang diikuti oleh PAUD, SD, hingga SMP yang berada di tiap-tiap kapanewon untuk memastikan persiapan yang dilakukan selama ini bisa terlaksana dengan baik sehingga PTM bisa terlaksana pada Juli 2021 berdasarkan simulasi yang telah dilaksanakan," ujar Arif pada Kamis (8/4/2021).

Arif menyebutkan dinasnya telah menyiapkan sekolah-sekolah dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD) sampai dengan SMP untuk menyelenggarakan PTM sejak akhir Desember 2020.

"Secara umum kami sudah menyiapkan sejumlah sekolah untuk PTM. Dalam ASPD ini juga sekaligus sebagai ujicoba sebelum nantinya PTM digelar di bulan Juli 2021 pada tahun ajaran baru," kata Arif.

"Dulu memang kita sudah persiapkan ya, tapi ya terganjal karena Desember 2020 itu ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga saat ini," imbuh Arif.

Lebih lanjut, pelaksanaan PTM juga masih menunggu vaksinasi Covid-19 kepada tenaga pendidik yang sampai saat ini urung dilakukan. Vaksinasi Covid-19 di Kulonprogo memang masih terkendala minimnya jumlah vaksin yang diterima jika dibandingkan kuota calon vaksinasi yang dianggarkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo.

BACA JUGA : DIY Mulai Buka Sekolah Tatap Muka 19 April 

"Syaratnya memang guru sudah harus di vaksin ya. Tapi saya dapat kabar dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo jika akhir bulan April ini akan dimulai vaksinasi kepada tenaga pendidik di kabupaten Kulonprogo dari jenjang paud SD SMP hingga SMA," kata Arif.

Bertahap

Pembelajaran tatap muka sendiri rencananya akan dimulai secara bertahap mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP. Hal tersebut juga menjadi persoalan tersendiri bagi Disdikpora Kabupaten Kulonprogo. Pasalnya, sarana prasarana paud yang mayoritas digelar swadaya oleh masyarakat dinilai masih jauh dari kata layak.

"Pembelajaran tatap muka akan dimulai dari tingkat paud. Akan tetapi, sarana prasarana belum semuanya layak ya. Dari 850 paud, mayoritas diselenggarakan di tingkat masyarakat, sedangkan paud yang dikelola oleh pemerintah kabupaten Kulonprogo hanya 12 di masing-masing Kapanewon," kata Arif.

BACA JUGA : Sekolah Tatap Muka Mulai 19 April, Sultan: Maksimal 2 Jam 

"Kami akan berkoordinasi dengan banyak pihak agar paud bisa diselenggarakan pada bulan Juli 2021 mendatang. Pelaksanaannya sendiri bisa shifting hari maupun jam. Tergantung kepada satuan pendidikan masing-masing. Karena satu sekolah satu dengan lainnya berbeda. Apakah per hari atau shifting per jam, yang enak di situ yang mana dan sesuai untuk diterapkan," ujar Arif.

Bupati Kulonprogo Sutedjo sebelumnya mengatakan agar Assesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) sebagai upaya ujicoba sebelum digelarnya PTM agar dilakukan secara ketat.

Protokol pencegahan penularan Covid-19 senantiasa diterapkan oleh siswa. Pengajar maupun pengawas yang terlibat dalam kegiatan ASPD juga diimbau untuk menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin.

"Setelah saya saksikan sendiri sejak siswa datang sampai ke ruang laboratorium komputer, protokol pencegahan penularan Covid-19 dilakukan secara ketat. Bahkan, sekolah telah membentuk satuan tugas Covid-19," kata Sutedjo.