Kanwil DJPB DIY Gelar Pendampingan Pemasaran Online untuk Kube di Kulonprogo

Kegiatan pendampingan pemasaran online bagi Kube Batik Kapanewonan Lendah yang digelar Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY, Jumat (9/4/2021). - Istimewa/Kanwil DJPb DIY
09 April 2021 17:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY menggelar kegiatan pendampingan pemasaran online bagi Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Kulonprogo yang diikuti oleh perwakilan Kube Batik Kapanewonan Lendah.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Sahat M.T. Panggabean mengatakan pendampingan yang digelar Kamis-Jumat (8-9/4/2021) menghadirkan narasumber dari instansi terkait serta praktisi penjualan online di Kulonprogo.

"Upaya ini merupakan wujud dari komitmen dan partisipasi Kanwil DJPb DIY, serta hasil kerja sama dan sinergi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo untuk memberdayakan masyarakat dengan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui Kube. Tujuan utama kegiatan ini yakni akselerasi pemulihan ekonomi nasional [PEN] di Kulonprogo," ujar Sahat saat ditemui, Jumat.

Sahat menyatakan sejatinya pemberdayaan UMKM merupakan gerakan sinergi berbagai pihak, yakni pemerintah sebagai regulator program untuk memberdayakan sekaligus menciptakan iklim usaha yang kondusif, lembaga keuangan yang berperan dalam pembiayaan, serta fasilitator yang berperan mendampingi UMKM.

Dengan pendampingan pemasaran online, diharapkan dapat menambah perluasan pemasaran produk Kube Batik melalui penjualan online atau e-commerce dan marketplace untuk menaikkan akses pemasaran. "Pemasaran produk mencakup pemasaran offline dan didukung pemasaran online sehingga diharapkan dapat menambah potensi penjualan produk," katanya.

Dijelaskan Sahat, peningkatan kemampuan kompetensi sumber daya manusia (SDM) anggota Kube batik khususnya dalam hal pemasaran dan mengelola penjualan secara online pada akhirnya meningkatkan penjualan produk dan pertumbuhan usaha. "Sehingga Kube dapat menjadi unit usaha yang tumbuh lebih produktif dan mandiri, sekaligus membawa nilai tambah bagi masyarakat sekitar sebagai multiplier effect pendampingan," kata Sahat.

Dalam kegiatan ini, Kanwil DJPB DIY juga mendorong peningkatan fasilitasi penguatan modal bagi Kube di Kulonprogo dengan menggandeng Bank BPD DIY. "Sampai Januari 2021 telah tersalurkan penguatan permodalan melalui kredit Pemberdayaan Ekonomi daerah (Pede) senilai Rp58 juta," kata Sahat.