Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto ilustrasi suasana padusan. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA--Takmir Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Kamaludin Purnomo, menuturkan meski untuk kegiatan Ramadan tetap dilaksanakan, menjelang Ramadan Masjid Pathok Negoro Plosokuning tidak menggelar padusan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Padusan ditiadakan lantaran kondisi pandemi covid-19 yang masih cukup tinggi. “Untuk padusan terpaksa ditiadakan. Untuk ibadah bulan suci Ramadan tetap ada seperti pengajian sore, solat tarawih, tadarus Al-Quran, iktikaf, dengan protokol kesehatan,” katanya, Minggu (11/4/2021).
BACA JUGA : Meski Tak Dilarang, Tradisi Padusan Sebaiknya Digelar
Namun demikian, padusan masih bisa dilakukan di sejumlah tempat lain, salah satunya di Desa Wisata Pulesari, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi. Pengelola Desa Wisata Pulesari, Didik Irwanto, mengatakan padusan tetap dibuka pada Selasa (13/4/2021) mendatang.
“Hari menjelang Ramadan ada kegiatan padusan. Cuma potensi kunjungannya menurun. Kami belum tahu seberapa banyak kunjungannya. Untuk penerapan protokol kesehatan, pengunjung dibatasi 50 persen dari total kapasitas wisata di sini,” katanya.
BACA JUGA : Pastikan Prokes Diterapkan, Petugas Awasi Padusan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.