Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Foto ilustrasi. /JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksanaan Salat Tarawih di Gunungkidul belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Pasalnya, pada saat ibadah masih ada jemaah yang tidak memakai masker.
Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Tarawih di masjid di Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari. Didalam pelaksanaan sudah menerapkan jaga jarak dan jemaah ada yang membawa sajadah masing-masing.
Meski demikian, untuk pemakaian masker masih ada yang belum memakainya.
Salah seorang jemaah Tarawih, Kismaya mengatakan, teknis salat tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan tahun lalu, yakni selesai sekitar pukul`19.45 WIB.
“Ini sudah termasuk khotbah. Untuk suratnya standar seperti biasa,” katanya, Rabu (14/4/2021).
BACA JUGA: Semua Jalur Masuk DIY Dijaga 24 Jam untuk Halau Pemudik, Bagaimana dengan Pelaju?
Disinggung mengenai imbauan dari Takmir masjid tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan, Kismaya mengaku sepanyang penyelenggaraan belum ada imbauan. Namun, lanjut dia, masyarakat sudah banyak yang patuh, walaupun tetap saja ada yang masih membandel. “Kebanyakan sudah memakai masker. Tapi ada juga yang tidak, meski jumlahnya tidak sebanyak dengan yang memakai masker,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.