Sawit Hadapi Tantangan Produktivitas dan Kebijakan
“Industri sawit membutuhkan kebijakan yang memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, negara, petani, dan masyarakat,"
Spanduk untuk mematuhi protokol kesehatan yang terpasang di wilayah Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Minggu (18/10/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA- Koordinator Penegakkan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Noviar Rahmad mengakui kembali munculnya klaster besar penularan Covid-19 di masyarakat mendakan masyarakat mulai abai dalam penegakkan protokol kesehatan.
“Kalau masih ada penularan, pertama penegakan prokes masyarakat mulai abai, dan pengawasan satgas [Covid-19] tingkat kapanewon sampai RT belum maksimal sehingga masih terjadi penularan besar,” kata Noviar, saat menanggapi dua klaster besar penularan Covid-19 di Gunungkidul dan Kulonprogo, Selasa (20/4/2021).
Sebelumnya dilaporkan sebanyak 29 warga Dusun Ngasem, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen terkonfirmasi positif Covid-19 seusai mengadiri hajatan mitoni di dusun setempat. Sementara di Kulonprogo tejadi penularan di dua pondok pesantren di Kapanewon Kokap dan Lendah.
Baca juga: Kemenkes Salurkan Rp246,8 Miliar Insentif Untuk Nakes, Ini Rincian per Penerima
Noviar berharap agar Satgas Penanganan Covid-19 tiap level menjalankan funginya dengan baik dalam rangka penegakan prokes. Kemudian dari masyarakat bisa menyadari bahwa Covid-19 masih terjadi penularan dan masih banyak, “Jangan mentang-mentang sudah divaksin prokes jadi abai,” tegas Noviar.
Pria yang juga menjabat kepala Satpol PP DIY ini tidak berharap terjadinya lonjakan besar gelombang ketiga seperti yang terjadi di India, bahwa pertumbuhan kasus positif Covid-19 bisa sampai sampai ratusan ribu dalam sehari. Padahal sebelumnya India terjadi tren penurunan kasus dan vaksinasi yang dilakukan juga cukup tinggi.
Noviar memahami pandemi Covid-19 ini sudah setahun lebih melanda dan cukup melelahkan juga. Namun dia meyakni jika protokol kesehatan dilakukan ketat di semua lapisan masyarakat, pandemik akan segera berakhir.
Baca juga: Ada Warga yang Pingsan & 2 Meninggal, Begini Awal Mula Klaster Takziah di Gunungkidul
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan PPKM bersakala mikro sebenarnya untuk mengantisipasi supaya tidak ada penularan orang dari luar kampung atau luar kalurahan, tidak ada penularan antar tetangga. “Sekarang yang terjadi justeru [ada penularan Covid-19] antarkeluarga dan antartetangga,” kata Aji.
Karena penularan tersebut sudah terjadi sehingga pihaknya berupaya meningkatkan, testing atau melakukan tes Covid-19, tracing atau menelusuri kontak erat, dan treatment atau melakukan perawatan pada pasien Covid-19.
Namun ke depannya dia berharap masyarakat menyadari protokol kesehatan menjadi poin utama, “Hajaran [sebenarnya] tidak kita larang tapi pembatasan dan model penyelenggaraannya yang diatur, yang dundang tidak banyak, makannya take away [langsung bawa pulang]. Termasuk takziah sudah jadi budaya apalagi tetangga tapi pada saat takziah orang bisa jaga sendiri,” kata Aji.
Terkait penularan di pesantren, Aji mengakui sulit untuk mengatur kerumunannya. “Ponpes sulit atur kerumunan, karena satu tempat penularanannya karena ada makan bareng, salat bareng, main barang,” kata Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Industri sawit membutuhkan kebijakan yang memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, negara, petani, dan masyarakat,"
Cek jadwal SIM Keliling Jogja 26 Oktober 2026 di Prambanan, jam SIM Corner JCM dan Ramai Mall, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Liverpool mengalahkan Brighton 2-0 di Anfield pada matchday kedelapan Liga Inggris 2026/2027. Isak mencetak gol kedua The Reds.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 26 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Kereta pertama berangkat pukul 05.00 WIB dan terakhir pukul 20.42 WIB.
Cek jadwal perpanjangan SIM di Sleman pada 26 Oktober 2026, termasuk layanan MPP, Satpas, SIM Keliling, SIMMADE, dan persyaratannya.
Campus League Billiard Regional Yogyakarta 2026 melahirkan tiga kampiun, termasuk Risky Indrawan dan Okta Ayu yang memborong gelar juara.