DTC Ngayogyakarta Gelar Bakti Sosial

Ketua DTC Chapter Ngayogyakarta, Johandry (kanan) menyerahkan donasi kepada Pengasuh Pesantren Lintang Songo, Heri Kuswanto (tengah). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
27 April 2021 14:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Komunitas Daihatsu Taruna Club (DTC) Chapter Ngayogyakarta menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren Lintang Songo, Jalan Pagergunung, Kalurahan Situmulyo, Kapanewon Piyungan, Minggu (25/4). Bakti sosial dilakukan dalam bentuk santunan untuk anak yatim di pesantren setempat sekaligus buka puasa bersama.

Ketua DTC Chapter Ngayogyakarta, Johandry mengatakan santunan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati teman-teman komunitas pemilik mobil Taruna di DIY yang dilakukan setiap tahun sekali terhadao anak yatim.

“Bakti sosial ini rutin kami gelar setiap tahun. Sebelumnya kami lakukan di Gunungkidul dan Sleman dengan sasaran anak yatim di panti asuhan,” kata Johandry.

Pihaknya memilih bakti sosial di Pesantren Lintang Songo, karena di pesantren tersebut banyak anak yatim. Hampir semua santri yang tinggal di pesantren itu gratis sehingga pesantren mengandalkan donator dan amal usaha yang dikembangkan para santri. Johandry berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk para santri.

Pengasuh Pesantren Lintang Songo Heri kuswanto, menyampaikan terimakasih atas donasi dan partisipasi yang diberikan DTC Chapter Ngayogyakarta, “Senang ikut bersyukur DTC Ngayogyakarta sangat positif kegiatannya terbukti dengan kepedulian setiap tahun dan saat ini pas di Lintang Songo,” kata Heri.

Heri mengatakan santri Lintang Songo hamper 90 persen adalah yatim, piatu, dan duafa dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa. Selain itu juga ada santri yang broken home, mantan pecandu narkoba, dan anak jalanan. Mereka didik dan digembleng di Lintang Songo sampai mandiri dan siap untuk kembali berbaur dengan masyarakat umum.

Pendidikan di Lintang Songo ada yang sekolah, dan ada yang kuliah, serta ngaji berbagai kitab. Selain itu, Berbagai keterampilan yang diajarkan oleh pesantren tersebut diwujudkan dalam bentuk unit usaha di berbagai bidang, di antaranya di bidang pertanian, peternakan, perikanan, koperasi, konveksi, hingga pembuatan sabun cuci.

“Total ada 27 unit usaha yang kami kembangkan di pesantren ini, semua dikelola oleh santri,” kata Heri.

Heri mengatakan unit usaha pesantren itu sudah dikembangkan sejak 2006 lalu saat pesantren tersebut mendapat bantuan pembangunan gedung sekolah, namun yang terbaru adalah Smart Farm And Garden atau resto yang dipadu dengan kolam pemancingan dan perkebunan. Semua unit usaha tersebut termasuk resto dikelola oleh santrinya.

Hasilnya juga kembali kepada santri untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan pesantren. Santri juga diajarkan cara mengelola bisnis dan santripreneur, “Selain itu melatih santri mandiri, sehingga saat pulang ke rumah santri sudah punya keterampilan,” ujar Heri.