Proyek Padat Karya Diharapkan Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (memegang microphone) dalam acara launching padat karya di Kelurahan Purwokinanti, Rabu (28/4). - Harian Jogja/Sirojul Khafid.
29 April 2021 17:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, PAKUALAMAN -- Melalui padat karya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berharap bisa membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dengan nilai Rp300 juta per kelurahan, padat karya tahun ini menyasar empat kelurahan di Kota Jogja yaitu Purwokinanti, Pakuncen, Muja Muju, dan Gunungketur. Dari total dana, sebanyak 65 persen untuk upah pekerja, sementara sisanya untuk pembelian bahan material.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, padat karya ini merupakan kegiatan pemeliharaan fasilitas yang sudah dibangun dalam program Kotaku. Beberapa di antaranya seperti jalan, saluran limbah, MCK, dan lainnya.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Hanya Anggarkan Satu Paket Proyek Padat

"Proyek padat karya ini proyek pemeliharaan untuk menjaga fasilitas aset supaya tetap memberi manfaat bagi masyarakat," kata Heroe saat ditemui di sela-sela launching padat karya di Kelurahan Purwokinanti, Rabu (28/4).

"Sudah dibangun sarana fisiknya, sekarang perlu membiasakan masyarakat menjaga lingkungannya terjaga dan terpelihara."

Ke depan, masyarakat akan banyak terlibat langsung dalam padat karya yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Sehingga padat karya bagian dari jaring pengaman sosial, agar masyarakat tetap mendapat pendapatan yang layak," kata Heroe.

Dalam pencarian pekerja  pemeliharaan, Lurah Purwokinanti, Sugiarti memastikan masyarakat yang mendapat betul-betul terdampak Covid-19. "Ada yang kehilangan pekerjaan, jualannya tidak laku karena tidak ada mahasiswa dan sebagainya," katanya.

BACA JUGA : Ada Proyek Padat Karya di 7 Kalurahan Sleman, Ini Daftarnya 

Total pekerja pemeliharaan sebanyak 75 orang dengan durasi bekerja selama 75 hari. Adapun upah perhari yaitu Rp90.000. Dalam aturan Pemkota Jogja, upah pekerja perhari dalam rentang Rp80.000 sampai maksimal Rp120.000. Setelah launching, pekerja di Purwokunanti langsung melakukan pekerjaannya.