Ada Proyek Padat Karya di 7 Kalurahan Sleman, Ini Daftarnya

Anggota Komisi V DPR RI Sukamto, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Kepala BPPW DIY, Tri Rahayu usai meresmikan program padat karya di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Senin (19/4/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
19 April 2021 18:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tujuh kalurahan di Sleman jadi sasaran program padat karya yang diinisasi oleh Pemerintah Pusat. Program padat karya ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

Anggota Komisi V DPR RI Sukamto mengatakan terdapat tujuh kalurahan di Sleman yang mendapat program padat karya tahun ini. Masing-masing kalurahan digelontorkan dana Rp300 juta dan melibatkan 120 warga untuk bekerja. Total anggaran program padat karya di Sleman sebanyak Rp2,1 miliar.

Selain di Tlogoadi, program padat karya juga dilaksanakan di Caturtunggal, Sendangadi, Tirtoadi, Trihanggo, Ambarketawang dan Banyuraden. Untuk wilayah DIY, kata Sukamto, ada 21 titik sasaran dengan total anggaran Rp6,3 miliar dan melibatkan 2.520 warga dengan asumsi di masing-masing kalurahan 120 warga yang terlibat.

BACA JUGA: Seluruh Layanan Kependudukan di Kota Jogja Akan Terpusat di JSS

"Ini untuk membantu masyarakat selama pandemi berlangsung. Tujuannya agar perekonomian masyarakat kembali bergerak" katanya saat meresmikan program padat karya di Tlogoadi, Mlati, Senin (19/4/2021).

Dia menjelaskan, dana Rp300 juta untuk program padat karya sudah diserahkan ke kalurahan sebanyak 70%. Jika program padat karya dilaksanakan 70% maka lurah mengajukan sisa dana 30% untuk diturunkan. "Dengan pola pendanaan seperti ini tidak mungkin bayarannya tertunda," katanya.

Dia mengingatkan agar semua yang terlibat tidak menyelewengkan dana program padat karya tersebut. Warga yang menjadi peserta program diminta untuk benar-benar menggunakan dana tersebut secara bertanggungjawab. "Sekali lagi, tujuan utama program ini untuk membantu masyarakat terdampak pandemi. Ke depan akan banyak program lainnya dari pemerintah pusat agar perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak," katanya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY, Tri Rahayu mengatakan di DIY ada 21 kalurahan yang mendapat sasaran padat karya tunai. Masing-masing 10 kalurahan di Bantul, 7 kalurahan di Sleman dan Kota Jogja 4 kalurahan. "Dari Rp300 juta sebagian besar untuk membayar upah warga yang menjadi peserta. Sisanya untuk kegiatan fisik yang minimal digelar 1 bulan maksimal 2 bulan," katanya.

Tri berharap program ini bisa mengangkat perekonomian dan daya beli masyarakat. Pelibatan masyarakat dalam program ini dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan. Dia berharap pelaporan yang disampaikan nanti tidak menjadi temuan BPKP saat diaudit. "Penggunaan dananya jangan sampai menjadi masalah hukum dan ke depan program ini cakupannya bisa diperluas lagi," katanya.

Adapun Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengakui pandemi Covid-19 telah merontokkan perekonomian Sleman hingga minus 3,7%. Dia berharap program padat karya di mana melibatkan 7 kalurahan dengam 840 tenaga warga, dapat membantu perekonomian masyarakat. "Sebab banyak warga yang sebelumnya bekerja terus menganggur karena adanya pembatasan kerja," ujar Danang.

Lurah Tlogoadi Sutarja mengatakan padat karya di kalurahannya dilakukan di tujuh lokasi di empat dusun berbeda. Selain rehap jalan dan talud, ada juga untuk pengelolaan sampah. "Ada kegiatan menuju wisata. Warga bekerja selama enam hari. Program ini dihandle oleh BKM Tlogo Mandiri," katanya.