Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG, Ketum PBNU Gus Kikin Soroti Integritas
Gus Kikin menyoroti integritas setelah ratusan santri di Sidoarjo diduga keracunan MBG dan mendorong evaluasi tata kelola program.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja merilis empat layanan di Jogja Smart Service (JSS). Empat layanan yang sebelumnya masyarakat urus di kantor layanan terdekat, kini tersedia di JSS. Empat layanan ini adalah permohonan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran, dan Akta Kematian.
Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, pelayanan ini merupakan bagian dari pengembangan JSS agar nantinya benar-benar menjadi bagian penting untuk pelayanan terhadap masyarakat. "Kami akan dorong seluruh layanan yang ada di balai kota perlahan-lahan akan kami alihkan ke pelayanan yang sifatnya online atau digital," kata Heroe.
BACA JUGA: Bocah di Sewon Tewas Setelah Makan Sate dari Perempuan Misterius, Benarkah karena Racun Sianida?
Heroe berharap masyarakatnya mulai akrab dengan layanan online, termasuk dengan download JSS di ponsel masing-masing. Selain itu, dia juga mengimbau setiap masyarakat Jogja memiliki satu email khusus untuk akses layanan di balai kota. Satu email ini misal bisa jangan diganti-ganti agar memperlancar kepengurusan dokumen dan lainnya. Dalam beberapa layanan Disdukcapil di JSS, masyarakat akan mendapat notifikasi dan bisa mencetak sendiri dokumen yang dikirimkan.
Bagi masyarakat yang belum memiliki smartphone, komputer, atau belum paham dengan sistem ini, maka bisa meminta bantuan dari kelurahan. "Bisa minta bantuan ke kelurahan," kata Heroe.
Dengan adanya transisi online ini, Disdukcapil Kota Jogja juga akan mengurangi layanan yang sifatnya offline. Namun lantaran ini masih masa transisi, maka pelayanan masih seperti sebelumnya. Layanan melalui WhatsApp dan drive thru yang saat ini berjalan juga tetap bisa diakses. Namun untuk layanan WhatsApp perlahan akan dibatasi. Salah satu alasannya karena layanan WhatsApp terbatas dan tidak tercatat dengan baik.
Terkait durasi layanan, kelengkapan persyaratan dokumen menjadi salah satu faktor yang penting. "Saat persyaratan semua terpenuhi, nanti jawaban langsung diterima," kata Heroe.
Namun apabila syarat tidak lengkap, maka pemohon perlu memperbaiki pengajuannya. Sehari ini, ada 27 pemohon yang mengakses. Sementara dalam proses pelayanan termasuk dari pengajuan-pengajuan sebelumnya, hari ini ada 34 layanan dokumen yang terselesaikan. Untuk permohonan yang ditolak ada 5 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Kikin menyoroti integritas setelah ratusan santri di Sidoarjo diduga keracunan MBG dan mendorong evaluasi tata kelola program.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.