Program Jagaku Diluncurkan untuk Lindungi Pekerja

Penyerahan secara simbolis Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Program JAGAKU dan paket sembako dalam rangka memperingati Mayday tahun 2021 yang diselenggarakan di Aula Adhikarta Gedung Kaca, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo pada Kamis (29/4/2021). - Ist.
04 Mei 2021 08:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kulonprogo beserta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo meluncurkan program JAGAKU yang merupakan akronim dari menjaga pekerja Kulonprogo.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kulonprogo Taufiq Nurrahman mengatakan program JAGAKU dibentuk guna mendorong kepedulian sosial terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan di kabupaten Kulonprogo.

"Disnaker Kabupaten Kulonprogo menginisiasi program yang bernama JAGAKU untuk memberikan perlindungan terhadap resiko kecelakaan kerja dan kematian terhadap pekerja rentan baik formal maupun informal," kata Taufiq pada Senin (3/5/2021).

BACA JUGA : Pekerja UKM Didorong Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Program JAGAKU memiliki sejumlah tujuan. Di antaranya, menekan angka kemiskinan, mensejahterkan pekerja dan keluarganya sehingga para pekerja bisa merasakan aman, tenang, serta produktivitas kerja dapat meningkat.

"Sumber pendanaan program JAGAKU berasal dari sinergi corporate social responsibility (CSR) perusahaan atau badan usaha di wilayah kabupaten Kulonprogo," kata Taufiq.

Taufiq mengatakan enam perusahaan atau badan usaha di Kulonprogo telah memberikan atensi maupun kepedulian dengan menjadi donatur program JAGAKU tahun 2021. Enam donatur tersebut antara lain, PT Sung Chang Indonesia; PT Putra Patria  Adikarsa; BPR Nusamba Temon; Perumda Aneka Usaha Kulonprogo; PDAM Tirta Binangun; Perumda BPR Bank Kulonprogo.

“Dari enam donatur ini alhamdulillah terkumpul uang sebesar Rp26.800.000 yang nantinya dapat melindungi pekerja rentan sebanyak kurang lebih 400 orang," katanya.

BACA JUGA : Aturan Baru! Ada Beasiswa untuk Anak Peserta BPJS 

“Harapan kami kedepannya semakin banyak yang turut berpartisipasi dalam program JAGAKU ini dengan bersama-sama melindungi masyarakat pekerja di wilayah kabupaten Kulonprogo," kata Taufiq.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, masih seperti pada tahun 2019, salah satu sasaran program JAGAKU pada tahun 2021 adalah Guru PAUD. Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di sektor pendidikan, khususnya bagi tenaga pendidik Pendidikan Anak  Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak dan kelas bermain di wilayah Kabupaten Kulonprogo, sehingga perlu adanya perlindungan atau jaminan sosial.

"Dengan perlindungan sosial, tenaga pendidik tidak perlu khawatir lagi apabila mengalami resiko dari hubungan pekerjaannya [kecelakaan kerja dan kematian], yang pada gilirannya tenaga pendidik merasa tenang dalam bekerja, sehingga dapat meningkatkan kreatifitas pendidikan usia dini," kata Sutedjo.      

Pemerintah, lanjut Sutedjo, mempunyai kewajiban memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD, namun demikian pemerintah mempunyai keterbatasan, maka dipandang perlu menggandeng mitra lain untuk memberikan perlindungan dan  kesejahteraan bagi tenaga pendidik PAUD.    

BACA JUGA : Walau Pandemi, BPJS Kesehatan Jogja Tetap Melayani     

Selain perlindungan kepada Guru PAUD, sasaran program JAGAKU adalah Linmas yang saat ini belum mendapatkan perlindungan Jamsostek. Linmas merupakan mitra pemerintah yang disiapkan dan dibekali pengetahuan dan ketrampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana, guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat serta kegiatan sosial lainnya.

"Resiko kerja anggota linmas saat bekerjapun perlu mendapatkan perhatian, sehingga melalui program JAGAKU untuk tahun ini perlu mendapatkan perhatian dalam perlindungannya," kata Sutedjo.