Hambat Perantau Mudik, Pemda DIY Komunikasi lewat Paguyuban Perantau Asal Jogja

Pemudik tiba di Terminal Giwangan, Jumat (8/6/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
05 Mei 2021 18:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY telah berkomunikasi dengan semua paguyuban warga DIY yang ada di perantauan terutama daerah Jakarta dan sekitarnya melalui Badan Penghubung Daerah (Bahubda) supaya perantau tidak mudik terlebih dahulu selama pemberlakuan larangan mudik.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan setidaknya ada tiga paguyuban besar warga DIY di perantauan, yakni paguyuban warga Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul. Pihaknya melalui Bahubda sudah meminta paguyuban untuk melarang anggotanya mudik dan membuat acara sendiri di tanah perantauan.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Setelah Mencoba Kabur dengan Menabrak Pintu

“Supaya mereka buat acara di rumah masing-masing [di perantauan] tidak pulang ke Jogja,” kata Baskara Aji, sesuai menggelar rapat terkait persiapan penyekatan larangan mudik bersama Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut Baskara Aji mengatakan bagi warga DIY yang tidak memiliki keperluan penting agar merayakan Idulfitri di rumah masing-masing, kecuali yang tidak bisa ditunda. Namun jika ingin berwisata yang masih dalam DIY masih diperbolehkan dengan catatan pengunjung di destinasi wisata tersebut pengunjungnya terbatas kurang dari 50% dari total kapasitas.

“Silahkan dikunjungi tapi prokes dilakukan.” Kata dia.