Advertisement

Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dijual, Ini Jadwal dan Tipsnya

Aprianus Doni Tolok
Senin, 26 Januari 2026 - 22:07 WIB
Sunartono
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dijual, Ini Jadwal dan Tipsnya KRL Jogja Solo di Stasiun Tugu Jogja. - Ist / KAI Daop 6 Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk keperluan mudik Lebaran 2026 resmi dibuka mulai Minggu, 25 Januari 2026, sehingga masyarakat sudah dapat merencanakan perjalanan lebih awal untuk menghindari kehabisan tiket.

Informasi tersebut disampaikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui akun resmi media sosial X @KAI121, yang menyebutkan bahwa pemesanan tiket pada hari pertama penjualan berlaku untuk jadwal keberangkatan Selasa, 11 Maret 2026 atau H-10 Lebaran.

Advertisement

“Pemesanan tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2026 akan dimulai pada 25 Januari 2026, untuk keberangkatan H-10 sebelum Lebaran,” tulis KAI, dikutip Kamis (22/1/2026).

Dalam keterangannya, KAI menyebutkan bahwa pembelian tiket kereta api Lebaran 2026 dapat dilakukan melalui berbagai kanal resmi, mulai dari aplikasi Access by KAI, laman booking.kai.id, call center 121, online travel agent (OTA), hingga mitra penjualan resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mencermati jadwal pemesanan tiket agar tidak keliru memilih tanggal keberangkatan, mengingat sistem penjualan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

Tips Membeli Tiket Kereta Api Lebaran 2026

1. Perhatikan Jadwal Pembukaan Penjualan Tiket

KAI menerapkan sistem penjualan tiket H-45 sebelum tanggal keberangkatan. Dengan sistem tersebut, penjualan tiket arus mudik Lebaran dibuka secara bertahap setiap hari mulai pukul 00.00 WIB, mengikuti jadwal keberangkatan masing-masing kereta.

KAI mengimbau masyarakat untuk mencermati tanggal pembukaan penjualan sesuai rencana perjalanan, terutama bagi pemudik dengan rute favorit seperti Jakarta–Surabaya, Jakarta–Yogyakarta, dan Jakarta–Solo, yang biasanya memiliki tingkat permintaan tinggi.

2. Gunakan Kanal Resmi Penjualan Tiket

Untuk menghindari penipuan dan memastikan keabsahan tiket, KAI menegaskan agar pembelian hanya dilakukan melalui kanal resmi penjualan tiket, baik melalui aplikasi, situs resmi, call center, maupun mitra penjualan yang telah bekerja sama dengan KAI.

3. Siapkan Data Penumpang Sejak Dini

Salah satu kendala yang kerap terjadi saat pembelian tiket adalah keterlambatan pengisian data penumpang. Oleh karena itu, KAI menyarankan calon penumpang untuk menyiapkan data identitas sejak dini agar proses pemesanan dapat berjalan lebih cepat dan lancar.

4. Pastikan Koneksi Internet Stabil Saat War Tiket

Tingginya antusiasme masyarakat saat pembukaan penjualan tiket sering kali menyebabkan lonjakan trafik. Untuk itu, calon penumpang disarankan memastikan koneksi internet dalam kondisi stabil guna meminimalkan risiko kegagalan transaksi.

5. Manfaatkan Alternatif Jika Tiket Habis

Apabila tiket pada tanggal atau kereta yang diinginkan telah habis, penumpang dapat mempertimbangkan alternatif jadwal keberangkatan, rute berbeda, atau memanfaatkan fitur pemantauan ketersediaan tiket yang tersedia di kanal resmi KAI.

6. Hindari Calo dan Tiket Tidak Resmi

KAI menegaskan bahwa tiket yang dibeli melalui calo atau pihak tidak resmi berpotensi tidak sesuai dengan data penumpang, sehingga dapat menyebabkan tiket tidak dapat digunakan saat proses boarding. Selain merugikan secara finansial, praktik tersebut juga melanggar ketentuan yang berlaku dan berisiko bagi calon penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Satgas P2SP Ultimatum Kemenhub Tertibkan Pajak Kapal Asing

Satgas P2SP Ultimatum Kemenhub Tertibkan Pajak Kapal Asing

News
| Senin, 26 Januari 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement