Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Salah satu arsip yang dipamerkan, foto mahasiswa UGM saat masih berlokasi di kompleks Kraton Ngayogyokarto Hadoningrat./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Arsip UGM menggelar pameran virrual bertajuk UGM dalam Pusaran Pendidikan, pada 2 Mei hingga 2 Juni. Pameran dapat diakses melalui situs resmi Arsip UGM, arsip.ugm.ac.id.
Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan Arsip UGM, Supriyanto, menjelaskan pameran diselenggarakan sebagai sarana mengenang kembali perjalanan UGM dalam menjalankan tridarma pendidikan.
BACA JUGA: Zhe \'Shelly\' Wang Bantah Jadi Penyebab Perceraian Bill Gates dan Melinda, Ini Profilnya
"Serta untuk menginspirasi dalam merintis pendidikan, termasuk di masa pandemi Covid-19 saat ini. Arsip-arsip yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan khazanah arsip mulai dari awal perintisan kampus UGM hingga menempati kampus Bulaksumur,” katanya, Kamis (6/5/2021).
Dalam pameran ini disajikan 31 arsip meliputi delapan arsip tekstual dan 23 arsip foto. Dari 31 arsip tersebut terbagi dalam 5 bagian cerita. Pertama, arsip-arsip yang merekam UGM di awal kemerdekaan seperti perintisan atau cikal bakal pendidikan tinggi UGM pada 1946-1949.
Kedua, masa awal berdirinya UGM yang menjalankan perkuliahan di kompleks Kraton Jogja dan Ngasem sekitar tahun 1949-1960. Ketiga, potret perkuliahan zaman dulu seperti kegiatan ospek, perkuliahan, dan lainnya.
Keempat, UGM dalam pembangunan pendidikan di luar Jawa melalui Program Pengerahan Tenaga Mahasiswa. Terakhir, UGM menyajikan berbagai arsip pembangunan kampus UGM di kompleks Bulaksumur, salah satunya peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat UGM oleh Presiden Pertama Indonesia Soekarno pada 19 Desember 1951.
“Pameran virtual ini pertama kali kami adakan dan rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan. Harapannya melalui pameran arsip virtual nantinya bisa mengedukasi dan memasyarakatkan arsip sebagai salah satu sumber informasi sekaligus rekam jejak sejarah bangsa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.