Arsip UGM Gelar Pameran Virtual

Salah satu arsip yang dipamerkan, foto mahasiswa UGM saat masih berlokasi di kompleks Kraton Ngayogyokarto Hadoningrat. - Istimewa
06 Mei 2021 17:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Arsip UGM menggelar pameran virrual bertajuk UGM dalam Pusaran Pendidikan, pada 2 Mei hingga 2 Juni. Pameran dapat diakses melalui situs resmi Arsip UGM, arsip.ugm.ac.id.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan Arsip UGM, Supriyanto, menjelaskan pameran  diselenggarakan sebagai sarana mengenang kembali perjalanan UGM dalam menjalankan tridarma pendidikan.

BACA JUGA: Zhe 'Shelly' Wang Bantah Jadi Penyebab Perceraian Bill Gates dan Melinda, Ini Profilnya

"Serta untuk menginspirasi dalam merintis pendidikan, termasuk di masa pandemi Covid-19 saat ini. Arsip-arsip yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan khazanah arsip mulai dari awal perintisan kampus UGM hingga menempati kampus Bulaksumur,” katanya, Kamis (6/5/2021).

Dalam pameran ini disajikan 31 arsip meliputi delapan arsip tekstual dan 23 arsip foto. Dari 31 arsip tersebut terbagi dalam 5 bagian cerita. Pertama, arsip-arsip yang merekam UGM di awal kemerdekaan seperti perintisan atau cikal bakal pendidikan tinggi UGM pada 1946-1949.

Kedua, masa awal berdirinya UGM yang menjalankan perkuliahan di kompleks Kraton Jogja dan Ngasem sekitar tahun 1949-1960. Ketiga, potret perkuliahan zaman dulu seperti kegiatan ospek, perkuliahan, dan lainnya.

Keempat, UGM dalam pembangunan pendidikan di luar Jawa melalui Program Pengerahan Tenaga Mahasiswa. Terakhir, UGM menyajikan berbagai arsip pembangunan kampus UGM di kompleks Bulaksumur, salah satunya peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat UGM oleh Presiden Pertama Indonesia Soekarno pada 19 Desember 1951.

“Pameran virtual ini pertama kali kami adakan dan rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan. Harapannya melalui pameran arsip virtual nantinya bisa mengedukasi dan memasyarakatkan arsip sebagai salah satu sumber informasi sekaligus rekam jejak sejarah bangsa,” ujarnya.