5.236 UMKM Bantul Sudah Jualan Online, Omzet Ikut Naik
Sebanyak 5.236 UMKM Bantul telah memanfaatkan platform digital untuk berjualan. DKUKMPP Bantul terus mendorong digitalisasi dan literasi usaha.
Nani Aprilliani Nurjaman, pengirim sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, saat dihadirkan di hadapan awak media di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus sate beracun yang menewaskan bocah sembilan tahun di Bantul terus bergulir. Polda DIY akan meminta keterangan ketua RT yang menyebut Nani Aprilliani Nurjaman dan Tomy sudah menikah siri.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto membantah Nani dengan Tomy, polisi yang menjadi alasan Nani mengirim sate beracun, sudah mnikah siri. Keduanya dinyatakan telah menikah siri oleh pengurus RT tempat Nani tinggal.
BACA JUGA: Tragedi Cinta & Sate Beracun: Nani & Tomy Ternyata Sudah Menikah Siri
"T sudah diperiksa Propam Polda DIY. Dari pengakuan keduanya, T dan N keduanya tidak terlibat hubungan apa pun. Terlebih menikah siri," kata Yulianto, Jumat (7/5/2021).
Yuli menyebut saat ini kepolisian masih terus mendalami perkembangan dari kasus itu. Termasuk keterangan dari Ketua RT 03, Dusun Cepokojajar, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul yang menyatakan Nani dan Tomy sebagai pasangan nikah siri.
"Kami akan ambil keterangan semuanya. Mana yang benar dan apa maksud penyebaran informasi mengenai nikah siri itu," ujar dia.
Sampai saat ini, Kombes Yuliyanto mengatakan Tomy masih diperiksa intensif oleh Propam Polda DIY mengenai dugaan keterlibatan kasus pengiriman paket takjil satai beracun yang menewaskan Naba Faiz Perasetyo.
"Jika ditemukan bukti-bukti adanya pelanggaran kode etik oleh yang bersangkutan. Saya pastikan akan ditindak sesuai dengan aturan perundang-undangan," ucapnya.
BACA JUGA: Polisi yang Diincar Perempuan Pengirim Sate Beracun Ternyata Penyidik Satreskrim Polresta Jogja
Sementara, Polresta Jogja membantah isu yang menyebut R, rekan Nani Aprilliani Nurjaman, tersangka sete beracun adalah anggota Polresta Jogja.
Sosok R saat ini masih misterius. Polisi disebut masih melacak keberadaannya karena diduga merupakan orang yang menyarankan Nani untuk mengirimkan sate berbumbu racun.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti R yang diduga terlibat dalam kasus sate beracun merupakan anggotanya. Purwadi malah balik bertanya soal mana info tersebut berasal.
"Malah belum tahu infonya. Dari mana itu [R anggota Polresta Jogja]?” kata dia.
Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengembuskan isu yang tidak benar dan informasi bohong.
“Nanti kalau viral dan tidak terbukti benar malah bisa jadi pidana. Bisa dikenai UU ITE," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 5.236 UMKM Bantul telah memanfaatkan platform digital untuk berjualan. DKUKMPP Bantul terus mendorong digitalisasi dan literasi usaha.
DPRD DIY menilai ketahanan pangan harus diukur dari kesejahteraan petani, didukung irigasi, alat pertanian, pupuk, dan regenerasi petani.
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Banyumas naik. Cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kg, sementara daging sapi Rp180.000 per kg.
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut mewarnai suasana Alun-Alun Demak.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026