Petugas Bantah Penyekatan Masuk Kota Jogja Longgar

Petugas memeriksa kendaraan bernopol Jakarta dalam operasi penyekatan larangan mudik di Pos Wirobrajan, Kota Jogja, Minggu (9/5/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
09 Mei 2021 12:17 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Pos Penyekatan Wirobrajan, Kota Jogja, AKP Agus Hariyato membantah jika pengawasan terhadap kendaraan pemudik belum optimal atau longgar.

Dia menyebut, sifat pos penjagaan yang berada di dalam kota hanya penyaringan saja, sehingga sangat minim ditemui pengendara bernopol luar kota, apalagi sampai diputarbalik.

"Tidak juga, kami melaksanakannya tiga kali dalam sehari. Kendaraan yang masuk juga sepi, mereka juga kalau mau mudik tujuan Solo kan terlalu jauh juga kalau mau lewat sini," katanya, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Pos Penyekatan di Jogja Temukan Banyak Kendaraan Nopol Luar Kota, tapi Pengemudi Warga Jogja

"Yang betul-betul ketat kan di batas Provinsi. Kalau di sini ya sudah jarang dan lebih baik mereka lewat jalur lain kalau mau mudik ke Solo atau Klaten," sambungnya.

Sepanjang operasi penyekatan itu, pihaknya hanya mendapati satu kendaraan asal Jakarta yang diminta putar balik pada Sabtu sore kemarin. Pengemudi itu bertujuan ke Klaten dan saat diminta petugas untuk menunjukkan surat bebas Covid-19 dia tidak bisa dan ketika petugas mengimbau untuk melakukan rapid tes pengemudi juga enggan.

"Mau ke Klaten dia, tapi tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19. Disuruh rapid juga tidak mau, ya kami suruh putar balik," pungkas Agus.