Advertisement
Petugas Bantah Penyekatan Masuk Kota Jogja Longgar
Petugas memeriksa kendaraan bernopol Jakarta dalam operasi penyekatan larangan mudik di Pos Wirobrajan, Kota Jogja, Minggu (9/5/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Pos Penyekatan Wirobrajan, Kota Jogja, AKP Agus Hariyato membantah jika pengawasan terhadap kendaraan pemudik belum optimal atau longgar.
Dia menyebut, sifat pos penjagaan yang berada di dalam kota hanya penyaringan saja, sehingga sangat minim ditemui pengendara bernopol luar kota, apalagi sampai diputarbalik.
Advertisement
"Tidak juga, kami melaksanakannya tiga kali dalam sehari. Kendaraan yang masuk juga sepi, mereka juga kalau mau mudik tujuan Solo kan terlalu jauh juga kalau mau lewat sini," katanya, Minggu (9/5/2021).
Baca juga: Pos Penyekatan di Jogja Temukan Banyak Kendaraan Nopol Luar Kota, tapi Pengemudi Warga Jogja
"Yang betul-betul ketat kan di batas Provinsi. Kalau di sini ya sudah jarang dan lebih baik mereka lewat jalur lain kalau mau mudik ke Solo atau Klaten," sambungnya.
Sepanjang operasi penyekatan itu, pihaknya hanya mendapati satu kendaraan asal Jakarta yang diminta putar balik pada Sabtu sore kemarin. Pengemudi itu bertujuan ke Klaten dan saat diminta petugas untuk menunjukkan surat bebas Covid-19 dia tidak bisa dan ketika petugas mengimbau untuk melakukan rapid tes pengemudi juga enggan.
"Mau ke Klaten dia, tapi tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19. Disuruh rapid juga tidak mau, ya kami suruh putar balik," pungkas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Top 10 Harian Jogja, 19 Februari 2026: Banjir di Klaten, YouTube Down
- Taman Budaya Bantul Segera Dibangun Seusai Lebaran 2026
- DIY Miliki Ribuan Cagar Budaya, Masyarakat Diminta Ikut Menjaga
- Dana Desa Gunungkidul 2026 Bisa Dicairkan, Target Rampung Maret
- Teror BEM UGM Meluas ke Keluarga, Pakar Soroti Pola Terorganisasi
Advertisement
Advertisement







