Larangan Mudik, Polri Klaim Arus Kendaraan di Jalur Tol Turun 50 Persen

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto memberikan keterangan kepada wartawan saat mengecek pos pam di sejumlah titik di Jogja, Sabtu (8/5 - 2021)/dokumentasi Istimewa
09 Mei 2021 15:57 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto mengklaim terdapat penurunan lalu lintas kendaraan di jalur tol selama pemberlakuan larangan mudik jelang Lebaran 2021. Arief menjelaskan, data tersebut diperoleh saat dirinya melakukan pengecekan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Kabaharkam saat mengecek sejumlah pos pengamanan (pos pam) Polri di Kota Jogja pada Sabtu (8/5/2021) kemarin. “Setiap hari kami lakukan evaluasi di Mabes Polri, jalur darat cenderung sepi. Di gerbang tol, grafik kendaraan yang melintas turun hingga 50-60 persen,” jelasnya.

Arief menyebut, kondisi itu menunjukkan bahwa kebijakan larangan mudik sudah tersosialisasikan dengan cukup optimal kepada masyarakat. Hal itu juga diikuti dengan penundaan mudik oleh masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Pemerintah Larang Mudik, Penumpang KA Non-Mudik Naik 12,97 Persen

“Ini harus dipertahankan. Larangan mudik itu juga untuk menjaga kesehatan masyarakat sendiri. Jangan sampai jatuh sakit,” katanya.

Di sisi lain, kebijakan larangan mudik di wilayah aglomerasi yang baru-baru ini digagas pemerintah menurut dia juga sebagai salah satu upaya dalam mencegah timbulnya klaster baru Covid-19.

“Aglomerasi sudah ditentukan. Ada ketentuan yang harus dipatuhi, termasuk di tingkat RT dan RW, semua sudah ditentukan,” katanya.

Dia meminta, semua pengelola atau petugas di masing-masing daerah mengoptimalkan peran pengawasan. “Jangan sampai, saat hari raya Idulfitri ini terjadi pengumpulan warga dan menjadi klaster baru penyebaran virus corona,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke Jogja, Arief memantau langsung sejumlah pos pam diantaranya Tugu Pal Putih, Pospam di area Simpang Teteg, dan Pospam di Titik Nol KM. Dalam kesempatan tersebut, Arief mengatakan dirinya memang diminta untuk mengecek keamanan wilayah di Indonesia.

“Saya berharap, masyarakat mau mematuhi peraturan pemerintah karena situasi pandemi masih terjadi,” katanya.

Dia meminta, masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak berkerumun, sehingga menyebabkan penularan Covid-19 terjadi dengan lebih mudah. Arief juga mendorong agar masyarakat memanfaatkan teknologi untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung.

“Masyarakat bisa menggunakan fasilitas komunikasi lainnya, video call atau semacamnya karena situasi masih seperti ini,” tuturnya.