Okupansi Hotel Ambyar! Staycation di Jogja Minim Peminat

Ilustrasi kamar hotel. - Pixabay
16 Mei 2021 18:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Staycation yang diharapkan mendongkrak okupansi, sulit diandalkan hotel di DIY selama masa libur Lebaran dan aturan larangan mudik.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan untuk hotel bintang 3 sampai dengan 5 di kabupaten di DIY diangka 20%. Sementara untuk rata-rata se DIY 1,5%-10%.

“Ambyar okupansi tahun ini. Kami berharap naik setelah 17 Mei, kami menunggu mukjizat. Sudah ada reservasi setelah tanggal 17 itu, tetapi masih 2%,” ujar Deddy, Minggu (16/5/2021).

Deddy mengatakan untuk ASN yang sebelumnya diharapkan oleh Pemda DIY untuk dapat staycation di hotel belum banyak berpengaruh, namun sangat mengangkat. Menurut Deddy sebelumnya memang ASN yang diharapkan, karena untuk wisatawan lokal, daya beli saat ini sudah mengalami penurunan.

BACA JUGA: Melewati Pos Sedayu, 5 Mobil Dipaksa Putar Balik

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja mengatakan staycation menjadi harapan untuk libur lebaran tahun ini, dengan adanya pelarangan mudik. Dia juga telah menghimbau ASN di lingkungan Dinpar khususnya dan ASN di lingkungan Pemda DIY pada umumnya untuk menginap di hotel selama libur pada masa larangan mudik.

Singgih mengatakan upaya tersebut untuk menggeliatkan kembali pariwisata dari sektor jasa akomodasi seperti perhotelan, home stay, pondok, dan sebagainya. “Mengajak ASN Dispar untuk staycation di hotel satu sampai dua malam untuk gerakan sektor wisata. Semoga diikuti ASN lainnya. Gunakan waktu [liburnya] yang ada untuk melakukan staycation di hotel,” kata Singgih.

Ia juga selalu menekankan untuk memperhatikan pada protokol kesehatan yang diberlakukan, untuk mencegah klaster pada sektor pariwisata. Diketahui setidaknya menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan menjadi hal yang harus dilakukan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, pada Januari, Februari hingga Maret sebenarnya telah menunjukan progres yang baik untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang. TPK Januari 24,91%, kemudian Februari 26,87%, dan Maret 40,42%.