40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Kegiatan Focus Group Discussion Lingkungan Bersih Imunitas Terjaga yang digelar Harian Jogja, Selasa (18/5/2021). /Zoom.
Harianjogja.com, JOGJA- Warga di Kota Jogja menghasilkan sampah hingga 360 ton per hari. Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja melakukan sejumlah upaya untuk menanganinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Sugeng Darmanto menjelaskan kecenderungan perilaku masyarakat di Kota Jogja yang merupakan kota wisata, ketika masa libur sekolah dan kegiatan wisata meningkat, maka volume sampah yang dihasilkan akan meningkat.
"Saat tumpukan sampah di TPS atau depo sampah tidak terbuang tiga atau empat hari, bisa menyebabkan munculnya penyakit, misal kolera. Jadi kebersihan lingkungan akan menunjang terhadap kesehatan," katanya, dalam kegiatan Focus Group Discussion Lingkungan Bersih Imunitas Terjaga yang digelar Harian Jogja, Selasa (18/5/2021).
Ia menjelaskan ada dua konsep pendekatan penanganan sampah, yaitu pengurangan dan penanganan. Pengurangan sampah adalah upaya mengurangi sampah dari proses produksi dari sumber sampah, utamanya sampah rumah tangga. Cara ini dilakukan dengan pengolahan, pemilahan dan pemilihan.
Di Kota Jogja, Sugeng menyebutkan 60% sampah adalah sampah organik dan 40% adalah sampah anorganik. Kota Jogja memilki 481 bank sampah dan mereka mengelola 2% dari produksi sampah harian. Mereka mengelola sampah anorganik menjadi kerajinan, dan mengelola sampah organik menjadi kompos dan magot yang bisa dimanfaatkan untuk pakan lele.
Sampah yang tidak tertangani bau dibawa ke TPS atau depo. Biasanya adalah sampah anorganik. "Ternyata ketika sampah bergeser, ada pemulung di TPS sudah menunggu, dan mengelola 30% sampah, misal mengolah makanan jadi pakan babi dan mengambil kardus. Dan yang sudah benar-benar tidak bisa, baru dibawa ke TPS Piyungan. Dari sekitar 360 ton tersisa sekitar 200 ton," sebutnya.
Di Piyungan juga masih ada pemulung yang mencari sisa seperti plastik dan kardus. Ia menyebutkan dari sampah anorganik bisa diturunkan menjadi 50 turunan dan ada pihak-pihak yang bisa menerimanya.
"DLH sudah melakukan itu. Hanya ketika bicara kapasitas produksi dan kemampuan, akan berbanding terbalik dari kekuatan dengan fakta di lapangan. Standar pelayanan minimal yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup adalah 30% sampah bisa tertangani, yang dibuang sisanya," katanya.
Presiden BEM KM UGM Muhammad Farhan mengatakan berdasarkan hasil menghimpun data, ia menemukan bahwa ada permasalahan sampah pada akhir 2019 dan akhir 2020 yang belum diselesaikan. "Kami menyoroti dan mencoba mengurainya. Hal ini menjadi dasar untuk mengambil peran," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajak pelajar terlibat untuk peduli terhadap penanganan sampah. Caranya yakni melalui kompetisi yang akan digelar Agustus 2021. Kompetisi ini untuk siswa SMA, yakni berlomba mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Ia berharap dari upaya ini akan lebih banyak sampah rumah tangga yang terurai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 31 Oktober 2026 tersedia 6 kali sehari. Cek jadwal pulang-pergi dan tarif Rp12.000.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 31 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek jam dan tarifnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 31 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan, kedatangan, dan rute kereta.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.