Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Kegiatan Focus Group Discussion Lingkungan Bersih Imunitas Terjaga yang digelar Harian Jogja, Selasa (18/5/2021). /Zoom.
Harianjogja.com, JOGJA- Warga di Kota Jogja menghasilkan sampah hingga 360 ton per hari. Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja melakukan sejumlah upaya untuk menanganinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Sugeng Darmanto menjelaskan kecenderungan perilaku masyarakat di Kota Jogja yang merupakan kota wisata, ketika masa libur sekolah dan kegiatan wisata meningkat, maka volume sampah yang dihasilkan akan meningkat.
"Saat tumpukan sampah di TPS atau depo sampah tidak terbuang tiga atau empat hari, bisa menyebabkan munculnya penyakit, misal kolera. Jadi kebersihan lingkungan akan menunjang terhadap kesehatan," katanya, dalam kegiatan Focus Group Discussion Lingkungan Bersih Imunitas Terjaga yang digelar Harian Jogja, Selasa (18/5/2021).
Ia menjelaskan ada dua konsep pendekatan penanganan sampah, yaitu pengurangan dan penanganan. Pengurangan sampah adalah upaya mengurangi sampah dari proses produksi dari sumber sampah, utamanya sampah rumah tangga. Cara ini dilakukan dengan pengolahan, pemilahan dan pemilihan.
Di Kota Jogja, Sugeng menyebutkan 60% sampah adalah sampah organik dan 40% adalah sampah anorganik. Kota Jogja memilki 481 bank sampah dan mereka mengelola 2% dari produksi sampah harian. Mereka mengelola sampah anorganik menjadi kerajinan, dan mengelola sampah organik menjadi kompos dan magot yang bisa dimanfaatkan untuk pakan lele.
Sampah yang tidak tertangani bau dibawa ke TPS atau depo. Biasanya adalah sampah anorganik. "Ternyata ketika sampah bergeser, ada pemulung di TPS sudah menunggu, dan mengelola 30% sampah, misal mengolah makanan jadi pakan babi dan mengambil kardus. Dan yang sudah benar-benar tidak bisa, baru dibawa ke TPS Piyungan. Dari sekitar 360 ton tersisa sekitar 200 ton," sebutnya.
Di Piyungan juga masih ada pemulung yang mencari sisa seperti plastik dan kardus. Ia menyebutkan dari sampah anorganik bisa diturunkan menjadi 50 turunan dan ada pihak-pihak yang bisa menerimanya.
"DLH sudah melakukan itu. Hanya ketika bicara kapasitas produksi dan kemampuan, akan berbanding terbalik dari kekuatan dengan fakta di lapangan. Standar pelayanan minimal yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup adalah 30% sampah bisa tertangani, yang dibuang sisanya," katanya.
Presiden BEM KM UGM Muhammad Farhan mengatakan berdasarkan hasil menghimpun data, ia menemukan bahwa ada permasalahan sampah pada akhir 2019 dan akhir 2020 yang belum diselesaikan. "Kami menyoroti dan mencoba mengurainya. Hal ini menjadi dasar untuk mengambil peran," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajak pelajar terlibat untuk peduli terhadap penanganan sampah. Caranya yakni melalui kompetisi yang akan digelar Agustus 2021. Kompetisi ini untuk siswa SMA, yakni berlomba mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Ia berharap dari upaya ini akan lebih banyak sampah rumah tangga yang terurai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Penyaluran rumah subsidi FLPP 2026 mencapai 77.532 unit atau 22,15 persen dari target. Generasi muda usia 19–25 tahun menjadi penerima terbanyak.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress 14 Juni 2026 dari Stasiun Tugu ke Bandara YIA. Perjalanan non-stop hanya 35-40 menit dengan tarif Rp50.000.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 14 Juni 2026, menunjukkan emas Antam naik ke Rp2,82 juta per gram, sedangkan UBS dan Galeri24 stabil.
Kementerian PU mengalokasikan Rp1,65 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat di 4.127 lokasi pada 2027 guna mendukung irigasi, air minum.
Harga pangan hari ini menurut PIHPS menunjukkan telur ayam Rp30.100/kg, bawang merah Rp55.450/kg, dan cabai rawit merah Rp74.550/kg.