Catatan Penting Beli iPhone Duo: Wajib eSIM dan AI Belum Bahasa Indonesia
iPhone Duo hadir tanpa SIM fisik dan Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia. Ini yang perlu diketahui calon pembeli di Indonesia.
Wisatawan sedang menikmati bermain pasir di Pantai Parangtritis. /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memastikan segera menertibkan keberadaan pengamen yang belakangan mulai beroperasi di Pantai Parangtritis.
Keberadaan pengamen dinilai mengganggu kenyamanan dari para pengunjung di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan telah mengetahui terkait adanya fenomena pengamen di Pantai Parangtritis. Selain itu, dirinya juga telah mendengar keluhan dari wisatawan yang meminta agar pengamen di tertibkan di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Bantul akan dilakukan untuk menertibkan keberadaan pengamen yang dirasakan mengganggu kenyamanan pengunjung.
BACA JUGA: Bepergian Jauh Saat Libur Lebaran? 4 Filter Mobil Ini Perlu Segera Diperiksa
Kwintarto memastikan, penertiban tidak hanya akan dilakukan di Pantai Parangtritis, akan tetapi juga di seluruh objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Bantul.
"Kami kondisikan semua objek wisata agar tidak ada pengamen. Kami akan koordinasi dengan SatPol PP untuk penertibannya," kata Kwintarto, Minggu (23/5/2021).
Khusus untuk Pantai Parangtritis, Kwintarto mengungkapkan, sejumlah langkah telah dilakukan pihaknya untuk menambah kenyamanan para pengunjung. Salah satunya adalah penataan pedagang yang berada di selatan barier.
Di lokasi tersebut telah ada papan larangan berjualan dan secara periodik dilakukan penertiban terhadap pedagang yang nekat berjualan,kendati telah ada papan larangan berjualan.
"Ini kami lakukan untuk menambah kenyamanan pengunjung. Sekaligus mengurangi kesemrawutan di kawasan tersebut," lanjutnya.
Sementara salah satu pengunjung di Pantai Parangtritis, Yani, warga Kota Jogja mengaku terganggu dengan keberadaan pengamen di kawasan tersebut. Pengamen mendatangi Yani saat bersama dengan keluarga. Meski tidak memaksa agar memberi uang, namun keberadaan pengamen, membuat dirinya dan keluarga merasa tidak nyaman.
"Kami berharap ditertibkan. Jangan sampai orang yang lagi duduk menikmati suasana pantai didatangi. Ini jelas mengganggu," paparnya.
Yani berharap, Pemkab Bantul menata para pengamen atau bahkan memberikan ruang khusus dengan membuatkan panggung. Tujuannya agar mereka tidak mendatangi pengunjung.
"Karena tidak nyaman rasanya saat duduk bersama keluarga, tiba-tiba didatangi mereka," papar Yani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Duo hadir tanpa SIM fisik dan Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia. Ini yang perlu diketahui calon pembeli di Indonesia.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksi melemah di Rp17.540-Rp17.590. Simak sentimen global dan domestiknya.
Perbasi Kulonprogo menggelar Binangun Basketball Championship 2026 untuk membina atlet muda sekaligus mengalihkan pelajar dari kecanduan gadget.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.