Kelurahan Demangan Geliatkan Literasi di Kampung Pengok

Suasana penyerahan hadiah dalam lomba rangkaian peringatan bulan bahasa dan sumpah pemuda oleh kampung baca Pengok belum lama ini. - Ist.
24 Mei 2021 09:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN - Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman Kota Jogja terus menggiatkan literasi dan minat baca kepada warga setempat melalui kampung baca.

Kampung baca Pengok yang berada di wilayah sempat merupakan salah satu dari tujuh taman baca masyarakat (TBM) yang ada di Kota Jogja.

Basuki Raharjo, Pengurus Kampung Baca Pengok mengatakan, semua aktivitas literasi dan kegiatan belajar masyarakat dipusatkan di kantor RW setempat.

BACA JUGA : New Branding Literasi, ALUS Gelar Jogja Membaca Jilid 10 

Meski tidak terlalu representatif, namun dengan semangat swadaya masyarakat TBM tersebut sempat jadi rujukan warga lain untuk mendirikan program serupa.

Basuki yang sebelumnya juga pernah berkecimpung di dunia literasi mengaku gusar dengan fenomena anak-anak yang cenderung mengarah pada hal negatif semisal klitih, kecanduan gadget, maupun narkoba.

Sehingga lewat sokongan sejumlah warga lain, pendirian TBM tersebut akhirnya terealisasi. TBM Kampung Pengok beroperasi setiap satu kali dalam seminggu. Pada Sabtu pagi, sejumlah warga akan mulai berdatangan ke balai RW untuk aktivitas membaca ataupun hal lainnya.

Kegiatan baru akan berakhir hingga menjelang siang. Keberadaan TBM yang semula juga sebagai salah satu program dukungan dari Pemkot Jogja itu mulai dideklarasikan pada 2017 bersama dengan program jam belajar masyarakat (JBM). Kedua program tersebut akhirnya disatukan di RW setempat.

BACA JUGA : Askrindo Dukung Peningkatan Literasi di DIY

"Di sini terdapat empat RW lain, jadi kami rencana akan buat bergilir setiap satu kali seminggu juga diadakan di RW lain," kata Basuki.

Indriati, Ketua TBM RW 12  mengungkapkan peran serta masyarakat juga tidak terlepas dari pendirian kampung baca di wilayah setempat. Antuasiasme warga disebut dia cukup baik menyambut program itu.

Meski para pengurus TBM didominasi oleh para orang tua, hal itu tidak menjadi halangan untuk terus menggeliatkan semangat membaca dan juga literasi di kampung setempat.

"Antusiasme warga juga luar biasa, sehingga memang benar-benar misi sosial sehingga bisa aktif sampai sekarang," kata dia.