ASPD di Kota Jogja: Selesai Mengerjakan Soal, Siswa Langsung Menuju Kendaraan Penjemputan

Suasana ASPD hari pertama di SDN Lempuyangwangi, Senin (24/5). Harian Jogja - Yosef Leon.
24 Mei 2021 13:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN - Sedikitnya 165 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kota Jogja melangsungkan assesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD) pada Senin (24/5). ASPD yang berlangsung secara tatap muka itu akan berlangsung selama tiga hari sampai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan, sedikitnya 7.300 murid kelas VI yang mengikuti pelaksanaan ASPD di Kota Jogja. Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan verifikasi sebanyak tiga kali sebelum melaksanakan kegiatan itu, sehingga disimpulkan bahwa sejumlah sekolah telah siap menggelar ASPD secara tatap muka.

BACA JUGA : ASPD Jadi Persiapan Pertemuan Tatap Muka

"Mulai dari Maret dan April sudah kami lakukan verifikasi. Kemudian dari sisi protokol kesehatan juga Sudah memenuhi syarat dan tidak ada masalah," ujarnya.

Budi menambahkan, setiap sekolah juga wajib memenuhi fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan lain sebagainya. Selain itu, dalam setiap ruangan kelas sekolah juga membatasi jumlah murid sebanyak 10-12 murid.

"Murid juga mesti diantar oleh orang tua dan wali saat ke sekolah. Mereka langsung menuju ruang kelas dan saat pulang langsung menuju kendaraan penjemputan. Jadi dengan begitu kami pikir sudah aman semuanya," jelasnya.

Dalam pengumpulan dokumen ASPD dan pengambilan soal pihaknya juga telah membagi sekolah ke dalam beberapa bagian. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kerumunan saat pengambilan soal dan juga pengumpulan dokumen ASPD.

BACA JUGA : Cegah Kebocoran Soal ASPD, Bantul Perketat Pengawasan

Kepala Sekolah SD Lempuyangwangi, Esti Kartini menyatakan, di sekolah setempat ada sebanyak 84 siswa yang mengikuti ASPD di sembilan ruangan. Pihaknya membagi sebanyak 5-10 murid di tiap-tiap ruang kelas.

"Jadi ada 10 murid untuk tujuh ruangan, sembilan murid di satu ruangan dan lima murid lainnya di ruangan satu lagi," ujarnya.

Esti menyebut, di hari pertama ini semua siswa hadir dan ASPD berjalan dengan lancar. Tidak ditemui kendala yang menonjol saat ASPD berlangsung. Begitu pula dengan penerapan protokol kesehatan di lingkup sekolah, para guru dan karyawan dipersiapkan untuk memantau murid saat ASPD berlangsung.

Pada hari pertama ini, murid mengikuti ASPD mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika di hari kedua dan IPA di hari terakhir. "Untuk prokes kami sudah menjaga dengan optimal sejak murid masuk ke sekolah. Ada guru fasilitator yang ikut serta mengawasi murid," imbuhnya.

BACA JUGA : Besok, Siswa Kelas Enam SD di Kulonprogo Jalani ASPD

Untuk meminimalisasi kerumunan saat murid pulang, sekolah menerapkan layanan pemanggilan dan penjemputan. Setelah pulang, murid masih diwajibkan untuk diam si kelas masing-masing sampai nama mereka dipanggil untuk langsung menuju kendaraan jemputan. "Masuk dan keluarnya juga beda jalur. Kami harap ini bisa berlangsung sukses," katanya.