Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta semua sekolah tidak menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sebelum guru menjalani vaksinasi sampai dosis kedua.
“Yang penting itu guru harus sudah divaksin,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (24/5/2021).
BACA JUGA: Jalur Kereta Bandara YIA Hampir Selesai
Syarat guru harus divaksin sebelum PTM tidak hanya berlaku bagi sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), tetapi semua sekolah sampai jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.
Selain vaksinasi guru, sarana prasarana protokol kesehatan yang ada di sekolah juga harus terpenuhi sebelum menggelar PTM. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19 di sekolah.
Menurut Sultan, syarat PTM harus benar-benar ketat agar tidak terjadi klaster penularan Covid-19 di sekolah, “Kalau yang belum memenuhi syarat dan gurunya belum divaksin, sekolah tidak boleh dibuka demi menjaga anak didik kita. Jadi ini memang perlu, kasihan nanti kalau terjadi klaster,” ucap Sultan.
Saat ini sekolah yang menggelar PTM baru sembilan sekolah percontohan untuk SMA dan SMK, yakni MAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, sebelumnya mengatakan uji coba PTM yang sudah berjalan lebih kurang tiga pekan aman atau tidak memunculkan penularan Covid-19. Dari hasil evaluasi hanya ada salah satu sekolah yang jam pelajarannya terlalu lama.
BACA JUGA: Puluhan Warga Kembangan Kutu Bambanglipuro Positif Covid-19, Ini Sumber Penularannya
Menurut Didik, sebenarnya semua SMA dan SMK bisa menggelar PTM dengan syarat memenuhi sarana dan prasarana protokol kesehatan, termasuk semua gurunya sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Namun belum semua guru selesai menjalani vaksinasi dosis kedua.
Dari hasil pendataannya, dari sekitar 16.692 guru dan tenaga kependidikan, yang sudah menjalani vaksinasi sampai dosis kedua baru sekitar 10.000. Data tersebut baru terhitung sampai vaksinasi sebelum lebaran Idulfitri.
Disdikpora DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY akan terus menggenjot vaksinasi guru secara massal. Dia berharap vaksinasi guru selesai pada Juni atau Juli mendatang. “Sehingga saat ajaran baru nanti semua sekolah terutama SMA dan SMK bisa menggelar PTM, namun tetap terbatas jumlah siswanya,” ujar Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Timnas Indonesia memulai perjuangan di Piala AFF 2026 melawan Kamboja sebelum menghadapi Vietnam dan Singapura. Simak jadwal lengkap serta peluang Garuda lolos
Fabio Quartararo resmi ke Honda HRC dengan kontrak 2 musim! Juara dunia 2021 ini gantikan Joan Mir dan siap hadapi era 850cc MotoGP. Simak selengkapnya.
Istana Kepresidenan menegaskan Presiden Prabowo Subianto belum berencana melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih meski evaluasi terus berjalan.
Final Piala AFF 2026: Timnas putri Indonesia vs Laos di Kuala Lumpur, Rabu 22 Juli pukul 19.45 WIB. Indonesia incar gelar kedua, Laos debut final.
Menjaga bumi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, cukup dengan menanam satu pohon yang kelak memberi kehidupan bagi banyak orang