Ratusan Siswa SMA/SMK Daftar Tes Susulan ASPD

Sejumlah murid kelas IX jenjang menengah mengikutiAsesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) secara tatap muka pada Senin (5/4) di SMPN 15 Kota Jogja. - Harian Jogja - Yosef Leon
27 Mei 2021 12:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) membuka kesempatan bagi calon siwa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri yang belum mengikuti ujian Asesmen Standarisasi Daerah (ASPD) untuk mengikutinya dalam ASPD susulan yang akan digelar pada 4-5 Juni mendatang.

Tes ASPD susulan tersebut dibuka untuk memberikan kesempatan bagi calon siswa yang belum mengikuti ASPD, beberapa waktu lalu atau bagi calon siswa SMA/SMK dari luar DIY yang tidak mengikuti ASPD. Sebab, nilai ASPD merupakan salah satu komponen yang akan digunakan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022.

BACA JUGA : Hari Pertama ASPD untuk Siswa SD di Kulonprogo Berhasil Digelar, Ini Hasilnya

Kepala Seksi Perencanaan dan Pendataan Pendidikan, Disdikpora DIY, Suci Rahmadi mengatakan sampai 27 Mei ini sudah tercatat ada sekitar 750 siswa yang akan mengikuti ujian ASPD susulan, “Sebagian besar adalah siswa dari luar DIY,” kata Suci, Kamis (27/5/2021).

Namun siswa dari kabupaten dan kota di DIY juga ada yang mendaftar dikarenakan dalam ujian ASPD beberapa waktu lalu belum mengikuti dengan alasan sakit atau masih dalam isolasi mandiri karena Covid-19. Bagi siswa yang masuk kategori tersebut diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ASPD susulan yang rencananya digelar selama dua hari 4-5 Juni di SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 Jogja.

Bahan ujian ASPD, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Bahasa Inggris. Menurut Suci calon siswa SMA dan SMK luar DIY harus mengikuti ujian ASPD karena Disdikpora DIY membuka peluang untuk mendaftar sekolah di DIY terutama di sekolah-sekolah perbatasan. Namun siswa luar DIY masuk dalam zonasi keempat. Sementara zonasi pertama dan kedua adalah siswa yang terdekat dengan sekolah, zonasi ketiga adalah siswa dari dalam DIY.

BACA JUGA : ASPD Berjalan Lancar, Siswa Wajib Pakai Masker saat Kerjakan Soal

 Suci menyatakan ujian susulan ASPD pada 4 dan 5 Juni mendatang adalah ujian ASPD terakhir, “Setelah itu tidak lagi ada kesempatan untuk mengikuti ujian ASPD. Yang tidak mengikuti ASPD kami anggap tidak ingin masuk sekolah negeri. Berarti maunya ke sekolah swasta,” papar Suci. Sebab, ASPD sudah digelar tiga kali, yakni ASPD utama, susulan, dan ASPD susulan serentak.

Lebih lanjut Suci mengatakan dalam PPDB tahun ini, nilai ASPD menjadi salah satu poin yang diperhitungkan bersama nilai rapor dan akreditasi. Namun demikian untuk akreditasi sekolah sampai saat ini masih diperdebatkan karena ada beberapa sekolah yang merasa keberatan karena belum semua sekolah berakreditasi A sehingga masih dipertimbangkan sebelum masuk dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

Selain nlai gabungan ASPD dan rapor, prestasi non akademik juga akan diperhitungkan seperti kejuaraan olahraga, seni, dan bela diri tingkat kabupaten dan kota, provinsi, nasional, maupun internasional sebanyak 20%, kemudian afirmasi atau kuota siswa miskin 20%, perpindahan tugas pejabat 5% dan zonasi 55%.

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya menambahkan saat ini aturan PPDB tahun ini masih dievaluasi Kementerian Dalam Negeri, “Setelah evaluasi keluar nanti kita ajukan tanda tangan ke Gubernur DIY,” kata Didik.

BACA JUGA : ASPD SD di Bantul Berjalan Lancar, Siswa Ikuti Prokes

Didik memastikan PPDB tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Hanya nilai ASPD menjadi salah satu komponen penilaian yang digabungkan dengan nilai rapor dan akreditasi sekolah. “ASPD kemungkinan akan kita gunakan jangan sampai kualitas sekolah baik, akreditasi bagus tapi memberi nilai mahal, beda dengan akreditasi sekolah kurang bagus tapi beri nilai murah. Jadi kita padukan nilai ASPD dan rapor,” tandas Didik.