Sukoharjo Siaga Kekeringan 2026, Ini Wilayah Paling Rawan
Sukoharjo tetapkan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hingga November 2026. Tiga kecamatan rawan krisis air.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. /Harian Jogja-Heroe Poerwadi
Harianjogja.com, JOGJA--Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Jogja menyebutkan hingga saat ini belum ada laporan terkait efek samping atau kejadian ikutan pascaimunisasi dari warga yang menerima vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca.
“Vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca sudah kami lakukan sejak Jumat (21/5/2021) dan terus digunakan hingga saat ini. Sejauh ini, belum ada laporan efek samping yang disampaikan warga,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (27/5/2021).
Menurut dia, vaksin AstraZeneca yang digunakan untuk program vaksinasi di Kota Yogyakarta dipastikan berasal dari batch yang tidak dilarang oleh pemerintah sehingga aman digunakan.
“Jadi, saat ini ada dua jenis vaksin yang digunakan untuk vaksinasi di Kota Yogyakarta. Vaksin dari Sinovac dan dari AstraZeneca,” kata Heroe.
Warga yang sudah menerima vaksin Sinovac dosis pertama, maka akan melanjutkan vaksinasi dosis kedua dengan vaksin yang sama, begitu pula dengan warga yang menerima vaksin AstraZeneca.
“Kalau dosis pertamanya adalah Sinovac, maka suntikan dosis kedua tidak mungkin akan diberikan AstraZeneca. Pasti diberikan vaksin yang sama,” kata Heroe.
Vaksin Sinovac dan AstraZeneca diberikan dalam dua dosis atau dua kali penyuntikan. Hanya saja, jeda waktu antara suntikan pertama dan kedua untuk Sinovac adalah minimal 28 hari, namun untuk AstraZeneca minimal tiga bulan.
Penerima vaksin, lanjut dia, diharapkan tidak memilih-milih jenis vaksin tertentu karena seluruh vaksin yang digunakan sudah mendapat izin untuk digunakan secara medis.
“Laporan mengenai penolakan dari masyarakat untuk divaksinasi dengan AstraZeneca juga belum ada,” kata Heroe.
Ia mengatakan vaksinasi menggunakan AstraZeneca di Kota Yogyakarta akan terus dilanjutkan dengan sasaran masyarakat umum.
“Awalnya ada 2.000 dosis yang kami terima dan kabarnya di DIY sudah ada sekitar 300.000 dosis yang masuk. Penambahan stok vaksin, tentunya menunggu distribusi dari DIY,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pansus COVID-19 DPRD Kota Yogyakarta Fokki Ardiyanto berharap Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memiliki juru bicara untuk memberikan penjelasan terkait berbagai hal mengenai COVID-19 termasuk vaksinasi.
“Salah satunya karena muncul kekhawatiran dari masyarakat mengenai penggunaan vaksin AstraZeneca. Oleh karenanya, Dinas Kesehatan perlu memberikan penjelasan yang baik kepada masyarakat,” katanya.
Ia pun meminta agar Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta tetap melakukan antisipasi terhadap potensi kenaikan kasus usai libur Lebaran, salah satunya memastikan ketersediaan tempat tidur perawatan di rumah sakit dan selter.
“Sarana dan prasarana pendukung medis juga harus disiapkan. Misalnya ketersediaan oksigen untuk pasien,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sukoharjo tetapkan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hingga November 2026. Tiga kecamatan rawan krisis air.
Silmy Karim resmi ditahan KPK. Berdasarkan LHKPN 2025, Wamen Imipas itu memiliki kekayaan bersih Rp234,60 miliar yang didominasi aset properti.
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tersingkir di Indonesia Open 2026 usai kalah 14-21, 21-17, 18-21 dari unggulan pertama Feng Yanzhe/Huang Dongping.
WhatsApp menghentikan dukungan di sejumlah HP lawas mulai 2026. Cek daftar perangkat iPhone dan Android yang tidak lagi bisa digunakan.
Mobil tidak bisa distarter? Kenali penyebabnya mulai dari aki soak, dinamo starter rusak, hingga masalah bahan bakar serta cara mengatasinya.
Fitur Fake Call Detection Google aktif di Android 12+, membantu mendeteksi penipu yang meniru suara kontak menggunakan teknologi AI dan RCS.