Serapan Danais Bantul Capai 69,9 Persen, BPKPAD Kejar Target 80 Persen
Realisasi Dana Keistimewaan Bantul mencapai Rp23 miliar atau 69,9 persen. BPKPAD optimistis target 80 persen terpenuhi sebelum penyaluran tahap III.
Ilustrasi Pancasila - JIBI
Harianjogja.com, JOGJA - Peran wanita di era masa kini disebut masih belum optimal dalam menegakkan serta mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Momentum peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni hendaknya dijadikan ajang bagi kaum puan agar mampu memberikan sumbangsih lewat caranya masing-masing demi terpatrinya Pancasila dalam diri individu terutama perempuan.
BACA JUGA : Hari Lahir Pancasila, Ketua MPR Singgung Rasa Kebersamaan
Ketua DPP Persekutuan Wanita Kawal Indonesia, Sarlin Mataheru mengatakan, pandemi yang tak kunjung mereda bisa dijadikan oleh kaum wanita sebagai ajang unjuk kebolehan dalam pemenuhan serta implementasi nilai Pancasila di lingkup keluarga. Menjaga anggota keluarga dari antisipasi terhadap Covid-19 adalah salah satu nilai dari kemanusiaan yang terdapat di sila kedua. Selain itu, gerakan serupa perlu pula diperluas ke lingkungan dan tempat lain.
"Jadi harapan kami, gerakan sederhana bisa diambil oleh para perempuan dan wanita pada lingkup keluarga masing-masing dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kami juga ingin agar para perempuan menjadi garda terdepan dalam menyuarakan keberagaman dan juga nilai toleransi," ujarnya, Selasa (1/6/2021).
Sarlin menyebut, ada beberapa sila yang bisa diimplementasikan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan mesti ikut serta dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat Pancasilais kepada anggota keluarga terutama anak-anak. Sejak kecil, nilai dari tiap sila bisa diajarkan kepada anak, agar terbiasa dan mampu bertindak sesuai dengan kandungan luhur yang tertanam di Pancasila itu.
BACA JUGA : Libur Hari Lahir Pancasila Berpotensi Menaikkan Kunjungan Wisata
"Perlu aksi nyata meskipun sederhana dan kecil. Misalnya seperti pembagian masker atau sembako kepada yang membutuhkan, itu sudah mengamalkan Pancasila," katanya.
Lebih lanjut, dia berharap agar perempuan tidak berpuas diri dengan keadaan saat ini. Dalam arti, tiap perempuan diminta agar tidak terpaku pada tugas keseharian dan stigmatisasi masyarakat tentang peran perempuan yang hanya bertugas mengurus rumah tangga saja. Melainkan mesti menjadi penggerak dan ambil bagian untuk membangkitkan serta menyuarakan kondisi ril atau permasalahan sosial di masyarakat.
BACA JUGA : Kemenkumham Ajak Maknai Pancasila dalam Tindakan untuk Indonesia Bersatu
"Perempuan ini kan sebenarnya punya peran penting di dalam rumah tangga. Dia merupakan penggerak, jadi gairah ini yang ingin kami bangkitkan," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi Dana Keistimewaan Bantul mencapai Rp23 miliar atau 69,9 persen. BPKPAD optimistis target 80 persen terpenuhi sebelum penyaluran tahap III.
Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyebut 8.000-11.000 imigran Maroko masih berada di wilayah kantong Spanyol tersebut.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16,64% dan ditopang lonjakan PMA.
Pasporia hadir di Alun-Alun Wates dalam rangka HUT Ke-81 RI. Imigrasi DIY menyediakan 25 kuota bagi pemohon paspor.
Karhutla TNBTS dipadamkan dengan strategi darat hingga udara. Dua helikopter melakukan water bombing dari Ranu Regulo.