Tiga Kecamatan di Gunungkidul Laporkan Kekeringan, Ini Lokasinya

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
03 Juni 2021 11:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menerima laporan tiga Kapanewon dengan ribuan Kepala Keluarga mulai merasakan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan tiga Kapanewon yang sudah melaporkan dengan surat resmi dan data detail ada Kapanewon Tepus, kemudian Kapanewon Saptosari, dan Kapanewon Panggang.

“Sebenarnya masih ada lagi, seperti Kapanewon Girisubo kemarin, tetapi mereka tarik lagi datanya karena mau diperbarui. Lalu ada Semin, Rongkop, tetapi mereka baru secara lisan. Kemungkinan masih terus bertambah,” ucap Edy, Kamis (3/6/2021).

Edy mengungkapkan di wilayah Gunungkidul sudah hampir satu bulan ini tidak terjadi hujan, dampaknya kesulitan mendapatkan air pun mulai dirasakan masyarakat di beberapa Kepanewon. Untuk mencukupi kebutuhan air, masyarakat biasanya membeli dengan mobil tangki air yang berukuran 5 kubik seharga Rp120.000-Rp200.000.

BACA JUGA: Pemda DIY Angkat Bicara Soal Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 dengan Prokes di Bantul

Edy mengatakan prioritas bantuan atau droping air nanti diutamakan untuk warga yang kesulitan untuk membeli air. “Kami koordinasi dengan Kepanewon mana yang jadi prioritas, agar tepat sasaran. Termasuk dengan PDAM, daerah mana yang sudah lancar jaringan airnya. Untuk droping kami usahakan Senin 14 Juni nanti sudah mulai,” ujar Edy.

Dia mengatakan anggaran yang disiapkan untuk penanggulangan kekeringan tahun ini Rp700 juta atau 2.200 tangki, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan yang ada. “Kapanewon itu beberapa juga punya anggaran untuk menangani kekeringan ini, tetapi saya kurang tahu besarannya. Harapannya bisa membantu juga itu, yang tidak bisa terjangkau kami,” ucapnya.