Perlu Kesepakatan demi Liburan Sekolah yang Aman dan Nyaman

Tangkapan layar Focus Group Discussion "Mewujudkan Liburan Sekolah yang Aman dan Nyaman" yang diselenggarakan Harian Jogja melalui daring, Senin (7/6/2021). - Harian Jogja/Youtube Harian Jogja
08 Juni 2021 06:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Orang tua dan anak perlu membuat kesepakatan untuk menentukan kegiatan liburan sekolah. Mengingat kasus Covid-19 yang masih terus terjadi, kesepakatan untuk liburan juga perlu mempertimbangkan aspek keamanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rieka Apriani selaku Pengelola Sekolah Primagama KB-TK yang juga Konsultan Parenting Anak-Remaja dalam Focus Group Discussion “Mewujudkan Liburan Sekolah yang Aman dan Nyaman” yang diselenggarakan Harian Jogja, Senin (7/6/2021).

Rieka menyampaikan orang tua perlu ingat bahwa selain edukasi, rekreasi juga menjadi kebutuhan dasar anak. "Jangan sampai orang tua yang hanya berpikir aman di rumah saja sementara anaknya ingin main [liburan]," katanya.

Untuk itu diperlukan dialog antara orang tua dan anak yang membahas tentang kesepakatan liburan yang tetap aman dan nyaman untuk keluarga.

Menurut Rieka, ada dua pilihan untuk mengisi liburan sekolah. Pertama tetap di rumah saja dan kedua mengunjungi tempat wisata dekat rumah. Jika memilih berlibur di rumah, sederet kegiatan perlu dicatat sejak saat ini. "Misalnya mau berenang, nonton film, berkebun, memasak bersama, kegiatan-kegiatan itu dilist [catat] selama [liburan] dua minggu," katanya.

Namun jika memilih mengunjungi objek wisata dekat rumah, perlu juga membuat kesepakatan untuk mengunjungi tempat yang tidak banyak dikunjungi banyak orang. Orang tua perlu menginformasikan tentang status wilayah kepada anak, apakah objek wisata yang ingin dituju berstatus zona merah Covid-19 atau tidak. "Anak kita sodori dengan artikel atau data agar mereka bisa melihat fakta dan bukti," katanya.

Survei lokasi wisata juga diperlukan untuk memastikan objek wisata yang akan dikunjungi aman. Survei bisa dilakukan melalui telepon ke pihak pengelola wisata dan menanyakan bagaimana penerapan protokol kesehatan untuk para tamu dan kegiatan apa saja yang bersifat privat. "Jadi kalau ada kesepakatan tidak ada yang merasa dihalang-halangi [untuk liburan]," kata Rieka.

Sementara itu Wahyu Purnomo selaku General Manager Asram Edupark menyampaikan manajemen telah menyediakan berbagai program liburan sekolah yang aman dan nyaman selama pandemi Covid-19. Dua program di antaranya adalah sekolah alam untuk anak-anak dan sekolah kehidupan untuk orang dewasa.

Program sekolah alam adalah kegiatan outing class seperti outbond dengan pendamping yang sudah terverifikasi. Sementara sekolah kehidupan lebih berhubungan dengan kebutuhan religius seperti siraman rohani. "Asram Edupark 80 persen outdoor. Kami menawarkan konsep wisata alam yang bebas dari kerumunan," katanya.

Asram Edupark terletak di Desa Jomblang Sendangadi Mlati Sleman. Tempat ini menyediakan restoran, playground, toko tanaman hias, permainan ATV, glamour camping atau glamping, outbond area, hingga pesantren. Lokasi wisata ini menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari mewajibkan tamu menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan serta mengatur antrean di dalam restoran untuk memecah kerumunan.