Riset Pew: 58 Persen Warga AS Andalkan Medsos untuk Berita
Riset Pew Research menunjukkan 58 persen warga AS menganggap media sosial sebagai saluran penting untuk memperoleh berita dan informasi.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, BANTUL- Belum diuji swab nya, A, orang yang diduga menjadi provokator penolakan pemakaman jenazah Covid-19 dengan protokol kesehatan di Lopati, Trimurti, Srandakan, membuat Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul angkat bicara.
FPRB mendesak ada upaya paksa dari Satgas Covid-19 baik kalurahan, kapanewon hingga kabupaten agar A, di uji swab PCR. Padahal, hasil uji swab ini penting sebagai dasar pemeriksaan terhadap A yang merupakan terduga provokator.
“Kami meminta agar segera di swab. Jika memang secara persuasif tidak mempan, harus ada upaya paksa,” kata Ketua FPRB Bantul Waljito, Rabu (9/6/2021).
Waljito menilai tracing dan swab adalah tugas negara untuk menyelamatkan masyarakat dari penyebaran Covid-19.
Apalagi di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten ada unsur Satpol PP, Polisi, dan TNI sebagai tim penegakan. Tim penegak ini seharusnya bisa memaksa warga untuk menjalani swab.
BACA JUGA: Muncul Wacana Duet Mega-Prabowo, Politisi Gerindra Bilang Begini..
“Jika mereka positif dan bebas beraktivitas, kan kasihan warga yang tidak bersalah akan tertular nantinya,” ungkap Waljito.
Menurut Waljito, desakan FPRB ini adalah upaya untuk pengurangan risiko penularan dan antisipasi penularan Covid-19. Sementara kepada Polres Bantul, Waljito meminta agar segera memanggil A, dan melakukan penyidikan. Diharapkan dengan proses ini, maka akan didapatkan kejelasan terkait dengan peristiwa penolakan pemakaman protokol kesehatan di Lopati.
“Yang jelas, jangan sampFPRB Desak provokator penolakan pemakaman jenazah Covid-19 dengan Prokes di Swab dan Diperiksaai ini hilang begitu saja,” imbuhnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengaku belum bisa memanggil dan meminta keterangan dari terduga provokator tersebut. Hal ini lantaran belum diterimanya hasil swab dari terduga. A, sendiri dilaporkan oleh FPRB Bantul karena diduga menjadi provokator penolakan pemakaman jenazah Covid-19 dengan protokol kesehatan di Lopati, Trimurti, Srandakan, Selasa (1/6/2021) lalu. "Nanti kalau sudah ada hasil swab baru akan ada pemanggilan. Soal swab biar menjadi tanggung jawab dari satgas," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset Pew Research menunjukkan 58 persen warga AS menganggap media sosial sebagai saluran penting untuk memperoleh berita dan informasi.
Veda Ega Pratama bersiap menghadapi Moto3 Qatar 2026 di Sirkuit Losail pada 6-8 November. Simak jadwal latihan, kualifikasi, dan balapan.
Dengan hardware mutakhir, keamanan kelas bisnis, dan kemudahan manajemen yang komprehensif, ExpertCenter P700 Mini Tower dirancang menjadi tulang punggung yang
Anggota parlemen dan pejabat Jerman menjadi sasaran spyware. Apple mengirim peringatan ancaman kepada sejumlah pengguna iPhone sejak 29 Oktober 2026.
Barcelona menjamu Aston Villa pada matchday keempat Liga Champions 2026/2027. Blaugrana wajib bangkit setelah kalah dari PSG
Kapan waktu tepat minum air saat olahraga? Simak panduan mengatur asupan cairan berdasarkan durasi latihan, keringat, dan kondisi cuaca.