Serapan Anggaran Covid-19 Sleman Baru 23%, Ternyata Ini Kendalanya...

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
09 Juni 2021 07:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengalokasikan anggaran Covid-19 pada tahun ini sebesar Rp133,76 miliar. Hingga Mei 2021 penyerapannya baru sebesar Rp17,52 miliar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Haris Sutarta menjelaskan penyerapan anggaran Covid-19 hanya sekitar 23% dari pagu anggaran yang disediakan. Kondisi ini menunjukkan kasus Covid-19 di wilayah Sleman masih terkendali dengan baik.

"Hingga akhir Juni kami proyeksi anggaran Covid-19 bisa terealisasi 27 persen. Kami juga sudah dievaluasi secara nasional untuk penyerapan anggaran," katanya kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, total anggaran penanggulangan Covid-19 di Sleman tersebar di 12 SKPD yang terbagi dalam tiga bidang. Untuk bidang kesehatan total anggaran yang disediakan sebesar Rp92,9 miliar. Anggaran sebesar itu dikhususkan untuk penangulangan Covid-19 sebesar Rp56,8 miliar baru terealisasi Rp8,5 miliar dan dukungan vaksinasi Covid-19 dari anggaran Rp36,1 milar terserap Rp450 juta.

"Untuk bidang kesehatan dari Rp92,9 miliar yang dianggarkan baru terserap Rp8,9 miliar. Untuk bidang dukungan ekonomi dari Rp30 miliar terserap Rp7,9 miliar dan bidang bantuan sosial dari pagu anggaran Rp10,5 miliar baru terserap Rp565,5 miliar," paparnya.

Baca juga: Warga Miskin di Sleman Dapat Ajukan Jaringan Pengaman Sosial

Kepala Bidang Anggaran BKAD Sleman Muhammad Aji Wibowo menambahkan terdapat kendala yang dihadapi dalam penyerapan anggaran Covid-19. Salah satunya, lanjut Aji, akibat belum adanya petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan.

"Karena sampai saat ini belum ada juklak dan juknisnya, kami tidak berani mencairkan. Penyerapan anggaran ini berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban," katanya.

Dia mengatakan, untuk program vaksinasi Pemkab Sleman sudah menyediakan 4% atau Rp36,1 miliar yang dianggarankan dari pemotongan dana alokasi umum sesuai yang diwajibkan oleh pusat. Termasuk insentif bagi para nakes di 26 puskesmas dan 2 RSUD.

Selain vaksinasi, anggaran bidang kesehatan juga digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19 secara umum. Mulai dari pembelian obat, APD, jasa relawan, maupun biaya pemakaman. Disamping untuk kesehatan, anggaran penanganan Covid-19 juga difokuskan ke program pemulihan ekonomi nasional dan bantuan sosial.

"Meski serapan anggaran Covid-19 hingga saat ini rendah, namun sepanjang tahun lalu tidak ada tunggakan anggaran. Apalagi tahun ini semuanya lebih terencana. Misalnya untuk bantuan tidak terduga jika tahun kemarin hanya dianggarkan Rp3,5 miliar maka tahun ini disiapkan hingga Rp25 miliar," katanya.