Keluarga Isolasi Mandiri di Gunungkidul Jadi Prioritas Penyaluran Air Bersih

Petugas dari Satgas Penanggulangan Covid-19 melakukan sterilisasi peralan yang digunakan untuk droping air ke salah satu keluarga yang menjalani isolasi mandiri di Dusun Sentul, Tileng, Girisubo. Rabu (9/6/2021). - Istimewa/Kapanewon Girusubo
09 Juni 2021 19:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kapanewon Girisubo mulai menyalurkan air bersih kepada masyarkat. Di tahap awal ini keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri akibat Covid-19 menjadi prioritas mendapatkan bantuan.

Panewu Anom Girisubo Arif Yahya mengatakan penyaluran air bersih di wilayahnya secara resmi belum dimulai. Kecamatan baru menyelesaikan pemetaan daerah rawan kekeringan yang mencakup di seluruh kalurahan di Kapanewon Girisubo.

BACA JUGA: Terkuak! Pasien Covid-19 asal Pandak Bantul Kabur karena Kangen Kambingnya

Meski demikian, droping telah dilakukan karena adanya warga yang menjalani isolasi mandiri akibat penularan virus Corona. Satu keluarga yang terdiri dari lima orang di Dusun Sentul, Tileng mendesak diberikan bantuan karena tidak memiliki stok air bersih.

“Keluarga ini sebenarnya berusaha beli, tapi sopir pengangkut air tidak berani melayani,” kata Arif kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Satgas Penanggulangan Covid-19 di tingkat kapanewon dan Kalurahan Tileng berinisiatif memberikan bantuan air bersih kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Sopir pengangkut air dibantu dengan tim dari satgas guna sterilisasi peralatan yang digunakan dalam penyaluran air bersih. “Hari ini [kemarin] kami serahkan bantuan. Satu tangki air yang diberikan mencukupi hingga masa isolasi berakhir,” ungkapnya.

Selain satu keluarga di Kalurahan Tileng, ada satu keluarga di Kalurahan Balong yang menjalani isolasi. Namun, keluarga ini belum membutuhkan pasokan air bersih karena masih memiliki stok yang mencukupi. “Ya kalau stoknya menipis, kami siap memberikan bantuan,” katanya.

Di wilayah Girisubo terdapat delapan kalurahan. Pada saat kemarau seluruh kalurahan terjadi krisis sehingga membutuhkan bantuan air bersih. “Kami akan koordinasi dengan BPBD Gunungkidul. recananya penyaluran di empat kalurahan ditangani kapanewon, sedang empat kalurahan lainnya dibantu oleh BPBD,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki masih menunggu data lengkap daerah rawan kekeringan di kapanewon. Pasalnya, data yang masuk baru berasal dari Kapanewon Paliyan, Tepus, Panggang dan Saptosari. “Kami masih tunggu data dari kapanewon lainnya,” katanya.

Edi menuturkan, droping air bersih rencananya dimulai pada 14 Juni mendatang. Sasaran disesuaikan dengan pengajuan resmi dari masing-masing kalurahan. “Tahun ini kami anggarkan sekitar Rp700 juta,” katanya.