KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Kerumunan di gerai McD di Jombor, Sleman-Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus kerumunan di gerai restoran cepat saji McDonald\'s ditangani aparat pemerintah.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta melayangkan surat panggilan kepada lima pengelola gerai McDonald\'s di wilayah ini terkait dengan kerumunan ojek daring pada Rabu (9/6/2021) akibat promosi produk BTS Meal.
"Kami baru panggil hari ini. Surat kami kirimkan tadi pukul 10.00 WIB untuk besok menghadap di Kantor Satpol PP DIY," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis (10/6/2021).
Menurut Noviar, lima gerai McDonald\'s yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta seluruhnya terbukti gagal mengantisipasi kerumunan ojek daring yang mengantre produk promo tersebut.
BACA JUGA: Disdikpora Kota Jogja Perpanjang Jadwal PPDB Jalur Bibit Unggul
Meski telah melanggar ketentuan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro di DIY, sanksi penutupan sementara tidak serta-merta bisa dijatuhkan seperti yang berlangsung di beberapa daerah lain.
Pihak manajemen lima gerai makanan cepat saji itu, kata dia, akan diminta membuat surat pernyataan agar pelanggaran serupa tidak terulang. Jika pelanggaran terulang, Satpol PP DIY akan langsung menutup sementara operasional gerai tiga kali 24 jam.
"Sesuai dengan ketentuan pergub itu ada peringatan tertulis atau lisan. Jika (pelanggaran) diulangi, baru pembinaan melakukan penutupan operasional," ujar Koordinator Gakkum Satgas Penanganan COVID-19 DIY ini.
Menurut Noviar, manajemen McDonald\'s seharusnya mampu mengantisipasi kerumunan jika ingin meluncurkan program promo sehingga tidak menimbulkan pelanggaran di tengah pandemi COVID-19.
Pencegahan kerumunan, menurut dia, dapat dilakukan misalnya dengan memberlakukan buka tutup aplikasi pemesanan. Misalnya, dalam 1 jam hanya membuka 10 order atau sekian order. Jika sudah diselesaikan, baru bisa membuka order lagi.
Ia juga berharap manajemen McDonald\'s atau resto lainnya menyampaikan pemberitahuan kepada Satgas Penanganan COVID-19 di tingkat provinsi, kabupaten, atau kecamatan jika di kemudian hari menggelar program tertentu yang berpotensi memunculkan kerumunan.
"Kemarin sama sekali tidak ada yang tahu. Tiba-tiba saja ada banyak laporan kerumunan," katanya.
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut manajemen McDonald\'s sebagai salah satu anggota perhimpunan belum meminta izin kepada PHRI DIY terkait dengan promo produk BTS Meal.
"Memang belum \'kula nuwun\' atau meminta izin kepada kami, jadi mereka meminta maaf. Ini jadi pelajaran bagi semuanya," ujar Deddy.
Meski demikian, kata dia, dalam situasi saat ini upaya pembinaan menjadi pilihan bijak dibandingkan menutup operasional gerai yang akan berimplikasi luas terhadap para tenaga kerja maupun pemasok bahan baku untuk McDonald\'s di DIY.
Apalagi, menurut dia, gerai McDonald\'s di DIY hanya melaksanakan program yang ditentukan di pusat.
"Yang paling penting PHRI menekankan boleh berinovasi untuk meningkatkan omzet. Akan tetapi, protokol kesehatan harus diutamakan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.