6 Wilayah di Kulonprogo Ini Terancam Kekeringan

Ilustrasi. - Freepik
13 Juni 2021 23:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebanyak enam wilayah di Kabupaten Kulonprogo terancam karena kemarau. Kemarau diprediksi terjadi hingga Agustus mendatang.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Edi Wibowo mengatakan enam wilayah yang berpotensi kekeringan di antaranya Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap serta beberapa wilayah di Kapanewon Pengasih dan Lendah.

Upaya antisipasi sudah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kulonprogo sejak jauh-jauh hari. Armada serta air bagi warga yang membutuhkan air siap untuk didistribusikan saat droping air dilakukan.

"Kami telah menyiapkan skema penanggulangan masalah kekeringan di wilayah langganan tersebut dengan armada untuk dropping air. Terdiri dari satu armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dari BPBD, serta dua armada bantuan dari Dinas Sosial dan PMI Kulonprogo," kata Edi pada Minggu (13/6/2021).

BACA JUGA: Ditinggal di Mobil, Emas Puluhan Gram Raib Milik Warga Gamping Raib

Dropping air sendiri dilakukan berdasarkan permintaan dari warga. Jika ada warga dari enam Kapanewon yang meminta untuk dilakukan dropping air, BPBD Kabupaten Kulonprogo siap untuk mengeksekusinya.

"Apabila ada laporan maka akan kami segera lakukan dropping air. Untuk penyalurannya nanti kami akan mengikuti permintaan dari masyarakat," ujar Edi.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Etik Setyaningrum mengatakan jika wilayah DIY dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau.

Sehingga, ancaman kekeringan terhadap sejumlah daerah diharapkan menjadi perhatian oleh BPBD di masing-masing Kabupaten maupun Kota Jogja.

"Di bulan Juni ini dipastikan intensitas hujan akan semakin berkurang. Terlebih, sejak bulan Mei kemarin wilayah DIY memang sudah memasuki awal musim kemarau," kata Etik.

Kondisi kemarau diprediksikan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Kondisi kemarau juga didukung terjadinya dinamika atmosfer seperti pola angin yang berasal dari timuran (monsoon Australia).

"Sehingga, untuk puncak musim kemarau di wilayah DIY diprediksikan terjadi pada bulan Juli-Agustus 2021 mendatang," sambung Etik.