Sehari, Tim Pemakaman Covid-19 BPBD Sleman Makamkan 15 Jenazah

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA
16 Juni 2021 18:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Tim Dekontaminasi, Pemakaman dan Pemulasaran Jenazah Covid-19 BPBD Sleman selama Rabu (16/6/2021) memakamkan 15 jenazah pasien Covid-19. Hingga pertengahan Juni ini total 59 jenazah yang dimakamkan.

Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto mengatakan hingga Rabu siang ada permintaan pemakaman sembilan jenazah pasien Covid-19. Namun menjelang petang, permintaan pemakaman standar protokol kesehatan Covid-19 bertambah menjadi 15 pemakaman.

"Jadi bertambah lagi pemintaan dengan total 15 jenazah yang kami makamkan. Paling banyak hari ini di Godean, ada empat jenazah. Pemintaan kemungkinan masih bisa bertambah sampai malam, namun kami tidak mengharapkan itu terjadi," kata Lilik kepada Harianjogja.com, Rabu (16/6/2021).

Lilik menjelaskan, sejak 1 Juni hingga 16 Juni total jenazah yang dimakamkan dengan standar protokol kesehatan sebanyak 59 jenazah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 jenazah berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 dan jenazah lainnya masuk kategori suspek dan probable.

"Jenazah pertama yang dimakamkan pukul 03.00 WIB. Doakan kami, mudah-mudahan tetap sehat dan kuat dan kami juga berharap agar masyarakat benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan," pinta Lilik.

Dia menjelaskan, jenazah yang dimakamkan selama ini memang tidak semua pasien Covid-19 yang dirawat di Sleman. Ada beberapa kasus jenazah yang dimakamkan dirawat di luar daerah. Seperti di Kudus, Kulonprogo maupun Magelang. "Ya ada beberapa jenazah dari luar daerah. Atas permintaan keluarga dimakamkan di Sleman," katanya.

Menurut Lilik, pemakaman sesuai standar Covid-19 dilakukan jika tim menerima surat keterangan dari rumah sakit jika jenazah tersebut memang pasien Covid-19. Baik yang konfirmasi positif, suspek maupun probable. "Syarat itu harus terpenuhi baru prosedur pemakaman Covid kami lakukan," katanya.

Selama Juni ini, kata Lilik, ada satu kasus keluarga yang meminta jenazah pasien Covid-19 disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan. Namun setelah mendapatkan edukasi, keluarga pun menerima agar jenazah dari rumah sakit langsung dimakamkan.

"Jadi setelah kami mendapat permintaan pemakaman dari rumah sakit, ada tim assesment yang mengedukasi keluarga dan warga di sekitar lokasi pemakaman. Agar proses pemakaman berjalan lancar," ujarnya.

Di Posko ini terdapat lima regu pemakaman di mana satu regu berisi delapan orang. Satu tim dekontaminasi dan tim lainnya untuk pemakaman jenazah. Setiap regu membawa dua mobil ambulan yang peruntukannya kendaraan pertama untuk membawa jenazah dan kendaraan kedua untuk membawa relawan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan hingga pukul 18.30 WIB tim pemakaman jenazah telah menjalankan tugas untuk memakamkan 15 jenazah dan 2 pemulasaran jenazah.

"Alhamdulillah hari ini (kemarin) Posko Dekontaminasi, Pemakaman dan Pemulasaraan telah selesai menunaikan layanan pemakaman 15 kali dan dua Pemulasaraan Covid-19 yang meninggal di rumah," kata Makwan.